Share

Pendidikan yang Harus Dilalui untuk Menjadi Hakim, Apa Saja?

Stefani Ira Pratiwi, Litbang Okezone · Minggu 07 Agustus 2022 07:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 06 65 2643135 pendidikan-yang-harus-dilalui-untuk-menjadi-hakim-apa-saja-GwdUCY19iS.jpg Ilustrasi/Unsplash

JAKARTA - Hakim merupakan salah satu profesi penegakan keadilan yang bergerak secara mandiri dalam hukum negara.

Dilansir dari laman Badan Litbang Diklat Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI, seorang hakim yang ideal merupakan hakim yang adil, teguh, mampu mengendalikan diri, bijaksana dan berpengetahuan luas, berakhlak mulia, mampu menata dan mengelola proses kerja dan perlengkapannya, komunikatif, mampu memimpin dan dipimpin, serta menjalankan tugas-tugasnya secara optimal.

Namun sebelum menjadi seorang hakim, seseorang harus memenuhi segala persyaratan terlebih dahulu.

Berdasarkan Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang No. 49 Tahun 2009 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1986 tentang Peradilan Umum, syarat menjadi hakim adalah merupakan warga negara Indonesia, bertakwa kepada Tuhan YME, setia kepada Pancasila dan UUD 1945, sarjana hukum dan lulus pendidikan hakim, serta persyaratan lainnya.

Di dalam pasal itu dituliskan, ada kewajiban untuk menempuh beberapa pendidikan sebelum menjadi seorang hakim. Apa saja itu? Berikut merupakan pendidikan yang harus dilalui untuk menjadi hakim.

1. Pendidikan Strata 1

Agar dapat menjadi seorang hakim, pendidikan pertama yang harus dilalui adalah pendidikan strata 1 di jurusan hukum.

Seseorang yang ingin menjadi hakim harus memiliki gelar sebagai sarjana hukum. Waktu tempuh untuk melewati jenjang pendidikan ini adalah 4 tahun.

Tujuan dalam menempuh pendidikan ini adalah untuk mempelajari sistem hukum dalam kehidupan bermasyarakat dan kegiatan berbisnis.

Selain itu, ada beberapa konsentrasi jurusan hukum yang dapat dipelajari dalam jenjang ini seperti hukum perdata, hukum lingkungan dan tata ruang, hukum ekonomi, hukum internasional, hukum dan teknologi, hukum pidana, hukum administrasi negara, hukum tata negara, hukum dan perkembangan masyarakat, hukum acara, dan konsentrasi hukum lainnya.

Mahasiswa dalam jenjang ini akan mempelajari pula kajian beberapa kasus hukum secara yuridis maupun normatif.

Di Indonesia sendiri terdapat banyak kampus yang menyediakan jurusan hukum. Di antaranya adalah Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, Universitas Brawijaya, dll.

2. Pendidikan dan Pelatihan Calon Hakim Terpadu

Pendidikan ini merupakan pendidikan khusus yang dilakukan untuk mendapatkan hakim yang ideal, yang mampu memenuhi kompetensi umum dan kompetensi khusus dari kurikulum yang dibentuk oleh Badan Penelitian dan Pengembangan dan Pendidikan dan Pelatihan Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung Republik Indonesia (Badan Litbang Diklat Kumdil MARI).

Selain itu, Badan Litbang Diklat Kumdil MARI memberikan program intensif yang berdurasi dua tahun untuk dapat diikuti oleh calon hakim.

Program ini memuat metode in-class training dan on-the job training. Kedua metode ini dilakukan untuk dapat mematangkan calon hakim agar siap menjalankan tugas sebagai seorang hakim.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini