JAKARTA - Proses terjadinya gempa menurut jenisnya cukup beragam.Gempa bumi dapat terjadi karena banyak peristiwa seperti letusan gunung berapi dan dampak meteor. Meskipun demikian, sebagian besar gempa bumi yang terjadi secara alami dipicu oleh pergerakan lempeng bumi.
Permukaan bumi terdiri dari 20 lempeng yang terus bergerak. Peningkatan tekanan dari pelat yang bergeser dapat menyebabkan kerak pecah. Pemutusan ini memungkinkan stres dilepaskan sebagai energi, yang bergerak melalui bumi dalam bentuk gelombang atau gempa bumi.
Berikut proses terjadinya gempa menurut jenisnya yang dirangkum Okezone dari berbagai sumber:
1. Gempa Tektonik
Gempa bumi tektonik adalah gempa bumi yang terjadi akibat aktivitas tektonik. Gempa ini disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik pada kerak bumi yang terjadi secara tiba tiba sehingga terjadi gesekan yang menimbulkan getaran.
Secara umum, gempa tektonik terjadi lantaran adanya gerak orogenik yaitu jenis aktivitas tektonik yang berlangsung sangat cepat dan meliputi wilayah yang sangat sempit. Meskipun begitu, gerakan ini memiliki pengaruh yang menyebar ke wilayah yang luas.
Gerakan orogenik dapat berupa lipatan atau patahan. Untuk gerakan lipatan diakibatkan oleh tekanan dalam arah horizontal dan vertikal pada kulit bumi yang sifatnya elastis. Sementara, gerakan patahan terjadi akibat tenaga tersebut bekerja pada kulit bumi yang tidak elastis.
2. Gempa Vulkanik
Gempa bumi vulkanik adalah jenis gempa bumi yang terjadi akibat aktivitas magma dalam gunung api. Gempa vulkanik kerap kali disebut gempa gunung api sebab gempa tersebut terjadi sebelum atau sesudah letusan gunung berapi.
Getaran yang ditimbulkan pada gempa vulkanik kerap kali dijadikan sebagai indikasi atau perkiraan terjadinya gunung meletus. Bila aktivitas magma semakin tinggi, maka akan timbul ledakan atau letusan yang juga menimbulkan gempa bumi.
3. Gempa Runtuhan
Gempa runtuhan adalah gempa bumi yang terjadi akibat peristiwa runtuhnya tanah atau batuan yang disebabkan oleh pengaruh kondisi medan yang curam atau struktur yang rapuh. Gempa runtuhan umumnya hanya mempengaruhi wilayah di sekitar dan tidak terlalu membahayakan.
4. Gempa Buatan
Gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang terjadi akibat perbuatan manusia baik sengaja atau tidak disengaja. Kegiatan yang dapat menimbulkan gempa bumi antara lain ledakan nuklir di bawah permukaan tanah di dasar laut, ledakan dinamik, dan sebagainya.
5. Gempa Tumbukan
Gempa tumbukan atau gempa bumi jatuhan adalah gempa kecil atau besar yang terjadi akibat tumbukan meteor atau asteroid yang jatuh ke permukaan bumi. Gempa jenis ini diketahui sangat jarang terjadi.
Akan tetapi, energi yang ditimbulkan oleh tumbukan meteor ini sangat dahsyat seperti ledakan yang disebabkan oleh Bom Atom.
Demikian proses terjadinya gempa menurut jenisnya yang wajib diketahui. (RIN)
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik