Share

3 Tokoh Indonesia yang Giat Memberantas Buta Huruf, Mereka Tak Kenal Kata Menyerah

Stefani Ira Pratiwi, Litbang Okezone · Sabtu 30 Juli 2022 07:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 07 29 624 2638661 3-tokoh-indonesia-yang-giat-memberantas-buta-huruf-mereka-tak-kenal-kata-menyerah-7hihNeZ1KW.jpg 3 tokoh Indonesia yang giat memberantas buta huruf/Istimewa

JAKARTA - Berdasarkan data yang diunggah oleh Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk buta huruf di Indonesia segala usia cenderung mengalami penurunan dari tahun 2019-2021.

Meskipun begitu, hal tersebut tetap menunjukkan bahwa Indonesia, yang hampir 77 tahun merdeka, belum terbebas dari buta huruf.

Secara nasional, tingkat penduduk buta huruf usia 15 tahun ke atas mencapai angka 3,96%. Usia 15-44 tahun terdapat sebesar 0,73% penduduk yang masih buta huruf, sedangkan jumlah persentase terbesar ada pada usia 45 ke atas yang mencapai 9,24%.

Jika melihat dari setiap provinsi, Provinsi Papua dan Nusa Tenggara Barat merupakan provinsi yang memiliki persentase tertinggi untuk penduduk buta huruf.

Pemerintah sudah membuat dan menerapkan berbagai program untuk menangani masalah ini.

Dilansir dari laman Revolusimental.go.id (2022), beberapa upaya pernah dibuat, di antaranya adalah meluncurkan Indeks Aktivitas Literasi Membaca (Alibaca), membuat program Gerakan Literasi Nasional untuk sekolah, keluarga, dan bangsa, serta program pascabuta aksara.

Lalu, apakah ada tokoh-tokoh Indonesia yang pernah dengan giat mengusahakan pemberantasan buta huruf? Tentu saja ada.

Berikut merupakan 3 tokoh Indonesia yang giat memberantas buta huruf.

1. R.A. Kartini

Mungkin saat ini bangsa Indonesia mengenal R. A. Kartini sebagai pahlawan nasional yang memperjuangkan hak-hak perempuan.

Namun, Kartini adalah juga seorang pelopor pemberantasan buta untuk bangsa Indonesia.

Follow Berita Okezone di Google News

Dilansir dari laman resmi Perpusnas (2022), banyak pejuang nasional yang terinspirasi untuk memperjuangkan buta huruf di Indonesia berkat jasa Kartini di masa terdahulu.

Kepedulian dan kepekaannya akan masalah buta huruf tercermin dalam tulisannya yang berjudul “Estelle Zeehendelaar.”

Di dalam surat tersebut, ia tidak gentar menentang tradisi setempat dan menyadari alasan di balik ditentangnya pendidikan untuk pribumi.

Oleh karena itu, Kartini memulai usahanya dengan mengajari kaumnya (perempuan) untuk melek huruf dan membaca.

2. Soekarno

Tidak jauh dari tahun kemerdekaan Indonesia, Ir. Soekarno mencanangkan Pemberantasan Buta Huruf (PBH) pada 14 Maret 1948.

Ia menyadari dalam suasana awal kemerdekaan, usaha yang dilakukan bukan hanya sekadar mengangkat senjata untuk melawan pemerintahan Hindia Belanda, melainkan juga melakukan pemberantasan buta huruf di Indonesia.

Dalam realisasinya, presiden pertama RI ini sangat memperlihatkan sikap optimisnya.

Bahkan, dilansir dari laman resmi Perpusnas, Soekarno menyatakan bahwa Indonesia harus mampu terbebas dari buta huruf pada tahun 1964.

Dalam suasana perang, Soekarno tetap aktif untuk melakukan kursus PBH. Alhasil kursus ini pun mendapatkan partisipan yang tidak sedikit juga.

Pada saat itu, kursus pemerintah Soekarno ini berhasil diselenggarakan di 18.663 tempat dengan melibatkan 17.822 guru dan 761.483 murid.

Sedangkan kursus yang dilakukan secara independen berhasil diselenggarakan di 881 tempat dengan 515 tenaga guru dan diikuti oleh murid sejumlah 33.626.

3. Sutan Sjahrir

Sutan Sjahrir dikenal sebagai sosok yang revolusioner. Ia sangat aktif untuk menggerakkan pemuda Indonesia di kala perjuangan kemerdekaan.

Ia pernah menjabat sebagai pemimpin perhimpunan Pemuda Indonesia. Mengutip tulisan Rosihan Anwar dalam bukunya yang berjudul “Mengenang Sjahrir,” Sjahrir merupakan tokoh yang aktif mengusahakan pemberantasan buta huruf.

Upayanya ia lakukan dengan mendirikan Perguruan Nasional (Volks Universiteit) “Cahya” di Bandung.

Agar mendapatkan dana untuk pengembangan perguruan tersebut, Sjahrir juga aktif dalam perkumpulan Bandungse Toneel Vereniging Van Indonesische Studerenden untuk penggalangan dana melalui pementasan lakon patriotik.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini