Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

6 Gas Pemicu Terjadinya Pemanasan Global Berbahaya bagi Lingkungan

Cita Zenitha , Jurnalis-Jum'at, 22 Juli 2022 |06:09 WIB
6 Gas Pemicu Terjadinya Pemanasan Global Berbahaya bagi Lingkungan
6 gas pemicu terjadinya pemanasan global berbahaya bagi lingkungan/Freepik
A
A
A

JAKARTA - Berikut gas-gas pemicu terjadinya pemanasan global membawa dampak buruk bagi lingkungan sekitar kita. Gas pemicu pemanasan global ini terjadi karena adanya efek rumah kaca.

Pemanasan global terjadi karena efek radiasi rumah kaca yang terperangkap di dalam bumi karena tidak bisa dipantulkan kembali.

Pada dasarnya semua ini terjadi karena adanya kegiatan yang berlebihan di bumi seperti kegiatan industri yang tidak terkelola dengan baik.

Sebagian besar sinar matahari yang dipantulkan dari bumi sebagai sinar infra merah yang ditransmisikan ke luar angkasa.

Kemudian sebagian dipantulkan ke bumi oleh gas rumah kaca yang dihasilkan di atmosfer. Dari keadaan ini suhu bumi semakin meningkat.

Jika ini terus berlanjut, lapisan es di kutub akan mencair dan dataran rendah akan tenggelam.

Akibat pencairan es ini, permukaan air laut akan naik menjadi 8-29 sentimeter pada 2030.

Diperkirakan Indonesia sebagai negara kepulauan akan kehilangan sekitar 2.000 pulau pada tahun ini.

Gas rumah kaca terkumpul di atmosfer ini mengakibatkan efek rumah kaca. Jika tidak terkontrol mengakibatkan permasalahan serius.

Gas-gas pemicu terjadinya pemanasan global dijelaskan pada artikel berikut.

Gas-Gas Pemicu Terjadinya Pemanasan Global

Berikut ada beberapa gas berbahaya yang menyebabkan terjadinya pemanasan global dan berbahaya bagi lingkungan.

1. Perfluorocarbon (PFC)

 

Gas yang memiliki pengaruh besar dalam pemanasan di bumi selanjutnya adalah perfluorocarbon.

Biasanya gas ini dihasilkan oleh berbagai aktivitas manusia seperti pada industri manufaktur dan penggunaan aerosol yang berlebihan.

 

2. Klorofluorokarbon (CFC)

Gas ini menjadi salah satu gas buatan manusia mengandung freon yang digunakan pada AC atau kulkas.

CFC juga bisa terdapat pada deodoran yang memberikan efek dingin saat disemprotkan.

Klorofluorokarbon atau freon memiliki andil besar dalam merusak lapisan ozon.

3. Karbon dioksida (CO2)

Karbon dioksida berasal dari berbagai aktivitas yang dilakukan manusia seperti aktivitas industri yang tidak terkontrol, asap pabrik, asap kendaraan, hasil pembakaran dari bahan bakar fosil dan sebagainya.

Dalam emisi rumah kaca karbon dioksida berpartisipasi sebanyak 61%.

4. Dinitrogen Oksida (NO2)

Jika dihitung dalam rentang waktu 1000 tahun, dinitrogen oksida atau biasa dikenal dengan gas tertawa memiliki pengaruh lebih besar dalam pencemaran lingkungan daripada karbon dioksida.

Pengaruh 298 kali lebih besar. Biasanya gas ini ditemukan dalam berbagai aktivitas pertanian, perikanan bahkan digunakan dalam mobil balap.

6. Metana (CH4)

Menjadi bagian dari jenis hidrokarbon, metana biasanya berasal dari berbagai kegiatan pertanian. Metana menyumbang emisi karbon sebanyak 51%.

6. Sulfur Heksafluorida (SF6)

Sulfur heksafluorida jika dilepas ke udara gas ini akan mengikat ozon dan menjadi salah satu penyebab pemanasan global.

Gas anorganik ini termasuk gas tidak berwarna, tidak berbau dan tidak mudah terbakar.

Biasanya gas ini digunakan sebagai isolator listrik dan penekan busur.

Itulah tadi setidaknya ada 6 gas-gas pemicu terjadinya pemanasan global yang membawa dampak buruk pada lingkungan.

(Natalia Bulan)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement