Share

Beijing Mulai Kegiatan Belajar Mengajar Tatap Muka, Masih Wajib Tes PCR

Natalia Bulan, Okezone · Senin 27 Juni 2022 11:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 27 624 2618811 beijing-mulai-kegiatan-belajar-mengajar-tatap-muka-masih-waji-tes-pcr-BmowO7dC0d.jpg Tukang pangkas rambut profesional buka praktik di pinggir jalan kawasan Panjiayuan, Beijing, China/Antara

BEIJING - Kegiatan belajar dan mengajar secara tatap muka untuk murid-murid di sekolah dimulai lagi pada hari Senin seiring dengan situasi pandemi Covid-19 di ibu kota China yang berangsur pulih.

Meski begitu, warga Beijing masih diwajibkan untuk melakukan tes PCR sebanyak dua kali dalam sepekan.

Menurut Komisi Pendidikan Kota Beijing, semua murid sekolah menengah pertama dan menengah atas, serta sekolah dasar bisa menghadiri kelas tatap muka.

Sementara untuk murid taman kanak-kanak dan prasekolah lainnya baru bisa masuk kelas pada 4 Juli 2022.

Dikutip dari Antara pada Senin (27/6/2022) untuk para murid yang bertempat tinggal di area permukiman terkontrol harus mengikuti pelajaran secara daring sebagaimana instruksi otoritas pendidikan setempat.

Juru bicara Komisi Pendidikan Kota Beijing Li Yi mengatakan bahwa para murid sekolah dasar dan menengah yang hendak masuk kelas harus menunjukkan hasil tes negatif PCR yang berlaku dalam 48 jam terakhir.

Menurut dia, liburan musim panas yang menandai berakhirnya kegiatan per semester tetap sesuai jadwal, mulai 15 Juli.
Para murid dari berbagai tingkatan sekolah di Beijing dilarang mengikuti kegiatan belajar secara tatap muka sejak akhir April.
Larangan tersebut dikeluarkan setelah ditemukan 10 kasus positif COVID-19 varian Omicron di salah satu sekolahan di Distrik Chaoyang. 
Tukang pangkas rambut profesional buka praktik di pinggir jalan kawasan Panjiayuan, Beijing, China

Menurut dia, liburan musim panas yang menandai berakhirnya kegiatan per semester tetap sesuai jadwal, mulai 15 Juli.

Para murid dari berbagai tingkatan sekolah di Beijing dilarang mengikuti kegiatan belajar secara tatap muka sejak akhir April.

Larangan tersebut dikeluarkan setelah ditemukan 10 kasus positif COVID-19 varian Omicron di salah satu sekolahan di Distrik Chaoyang. 

Tukang pangkas rambut profesional buka praktik di pinggir jalan kawasan Panjiayuan, Beijing, China

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini