Share

5 Fakta Bulan Purnama Stroberi Super, Bakal Terjadi Sore Ini Penduduk Indonesia Bisa Lihat

Natalia Bulan, Okezone · Selasa 14 Juni 2022 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 14 624 2611235 5-fakta-bulan-purnama-stroberi-super-bakal-terjadi-sore-penduduk-indonesia-bisa-lihat-3dZvD44DTH.jpg 5 fakta fenomena Bulan Purnama Stroberi Super/Ilustrasi/Freepik

JAKARTA - Berikut ini adalah 5 fakta tentang Bulan Purnama Stroberi Super, mulai dari penamaan hingga dampaknya saat puncak fenomena ini terjadi.

Dikabarkan fenomena langit Bulan Purnama Stroberi Super (Full Strawberry Supermoon) akan terjadi sore nanti dan bisa disaksikan di Indonesia.

Diketahui, Bulan Purnama Stroberi Super adalah fenomena Purnama yang terjadi setiap bulan Juni dan definisinya dapat dipakai untuk fase Bulan Baru.

Dikutip dari laman EDUSAINSA BRIN (LAPAN), menjelaskan meski namanya adalah Purnama Stroberi, maka nantinya Bulan akan berubah warna menjadi kemerahan dan lancip seperti buah strawberry.

Yuk, simak fakta-fakta terkait Bulan Purnama Stroberi Super yang akan terjadi sore hari ini selengkapnya di sini!

1. Tentang namanya

Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Andi Pangeran memberikan penjelasan tentang pemberian nama ini karena dalam The Farmer's Almanac (Almanak Petani Amerika) menandakan buah strawberry dipanen pada bulan Juni.

"Penamaan ini semata-mata untuk menandai musim yang timbul pada waktu-waktu tertentu bagi penduduk asli Amerika," kata Andi dalam keterangan resminya.

2. Terbilang istimewa

Menurut Andi, Bulan Purnama Stroberi yang terjadi kali ini terbilang istimewa karena bertepatan dengan Bulan Purnama Super (Full Supermoon) atau secara teknis disebut sebagai Perigeal Full Moon (Purnama Perige).

3. Kapan terjadinya?

Andi kembali menjelaskan bahwa Fenomena Bulan Purnama Stroberi Super akan berlangsung hari ini, Selasa (14/6/2022) mulai pukul 17.00 WIB.

Fenomena ini juga akan bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia.

4. Dampak Bulan Purnama Stroberi Super

Diketahui, fenomena ini ternyata dapat menimbulkan pasang laut yang lebih tinggi dibandingkan dengan hari-hari biasanya.

"Pasang laut ini, disebut juga sebagai pasang purnama," kata Andi.

Andi menjelaskan bahwa hal ini terjadi karena konfigurasi Matahari-Bumi-Bulan atau Matahari-Bulan-Bumi yang segaris dan mengakibatkan masing-masing gaya diferensial (gaya pasang surut) yang ditimbulkan oleh Bulan dan Matahari memiliki arah yang sama.

5. Imbauan untuk hindari dampaknya

Melihat dampak dari Bulan Purnama Stroberi Super, Andi mengingatkan agar perlu mewaspadai pasang laut tertinggi pada hari ini.

Ia juga mengimbau para nelayan untuk tidak melaut antara dua hari sebelum hingga dua hari sesudah puncak fenomena ini yaitu antara 12-16 Juni.

"Perhitungan ini, semata-mata hanya mempertimbangkan faktor astronomis saja dan tidak mempertimbangkan gelombang laut akibat badai angin," tegasnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini