Share

Kasus Siswa SD Diusir Guru saat Ujian, Wali Kota Samarinda Jadi Mediator

Dzulfikar Ash, iNews · Senin 06 Juni 2022 15:44 WIB
https: img.okezone.com content 2022 06 06 624 2606510 kasus-siswa-sd-diusir-guru-saat-ujian-wali-kota-samarinda-jadi-mediator-LrdUqi6Rt1.jpg Wali Kota Samarinda jadi mediator kasus siswa diusir guru saat ikut ujian (Foto : MPI)

SAMARINDA - Wali Kota Samarinda Andi Harun menyambangi kediaman Musdalifah (10) yang diusir gurunya saat hendak mengikuti ujian. Hal itu terjadi lantaran Musda tidak ikut sekolah online selama enam bulan lataran tidak punya handphone.

Andi Harun langsung turun tangan menjadi mediator antara kedua belah pihak, terkait permasalahan Musdalifah, yang diduga diusir oleh pihak sekolah, lantaran tak memiliki gawai. Permasalahan tersebut akhirnya langsung diselesaikan oleh kedua pihak, yang menurutnya murni semata-mata hanya kesalahpahaman saja.

"Saya harus tahu betul titik masalah dari kedua belah pihak, tidak seperti apa yang di beritakan oleh media, tapi dengan fakta di lapangan. Kalau saya membela salah satu kedua belah pihak tidak adil bagi salah satu pihak, saya mencari solusinya dan akhirnya semua berjalan lancar merka pun saling memaafkan" ujar Andi Harun.

Ia menjelaskan, kronologi peristiwa tersebut bermula dari kebijakan pemerintah meliburkan aktinitas sekolah untuk sementara waktu pada tahun 2020 dari kegiatan tatap muka belajar virtual atau daring.

Setelah masuk sekolah Musdalifah juga belum masuk sekolah, memang semua sekolah ada aturan bahawa bagi siswa/siswi, yang tidak masuk beberapa hari, maka ada aturan penegakan disiplin sekolah dan kesalah pahaman tersebut terjadi di titik tersebut, pihak sekolah pun mencari tahu keberadaan Musdalifah.

Lalu kemudian terputus informasinya ibu wali kelasnya, dan pihak sekolah tidak mengetahui persis secara utuh keadaan Musdalifah seorang anak yang ditinggal ibunya meninggal dunia dan ayahnya sedang menghadapi proses hukum dan di tahan 6 tahun penjara.

Wali Kota Samarinda Andi Harun pun akan menanggung tiga anak dari Siti Munawaroh dan bukan cuman Musdalifah. Pemkot Samarinda akan menangung biyaya anak dari ibu Siti Munawaroh sampai SMA. "Sedangkan Muhammad Zen Abdi anak tertua ibu Siti Munawaroh saya tawarkan untuk melanjutkan kuliah Insya Allah akan kami bayarkan hingga sampai sarjana," ujarnya.

Andi Harun juga akan merenovasi rumah Siti Munawaroh, yang menurutnya tak layak huni yang di tempati banyak penghuni.

"Saya meminta kepada pak sekda kota Samarinda untuk segera masuk program bedah rumah, mudah mudahan ini bermanfaat buat ibu siti munawarah dan keluarga serta ponakan yang di tanggungnya, dan ini tak mudah menjadi ibu siti munawaroh harus menanggung 3 ponakan dan kedua keluarga Musdalifah," tuturnya.

Ia juga berterima kasih kepada relawan TRCPP dan RMG Rumah makan gratis memberi perhatian atas atensi ini kepada musdalifah.

"Atas jaminan pemerintah musdalifah akan melanjutkan kembali di sekolah yang lama apabila ananda Musdalifah tak nyaman dengan sekolahnya maka dipersilahkan untuk memilih, tempat sekolah baru baginya dimana pun iya memilih sekolah karena hak dari ananda Musdalifah, saya menegaskan sekolahnya ditanggung sampai lulus," pungkasnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini