Share

Profesor Ova Emilia Resmi Dilantik sebagai Rektor UGM 2022-2027

Natalia Bulan, Okezone · Jum'at 27 Mei 2022 17:57 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 27 65 2601441 profesor-ova-emilia-resmi-dilantik-sebagai-rektor-ugm-2022-2027-gTavY9h5cP.jpg Profesor Ova Emilia resmi menjadi Rektor UGM/Dok. Humas UGM

YOGYAKARTA - Profesor Dr. Ova Emilia, M.Med., Ed., Sp.OG(K).,Ph.D,. resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 2022-2027 di Balai Senat UGM hari ini.

Dikutip dari laman resmi UGM, Profesor Ova Emilia menggantikan Profesor Panut Mulyono M.Eng., D.Eng., IPU., ASEAN Eng., yang sudah habis masa jabatannya.

Pelantikan dilakukan oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UGM Profesor Dr. Pratikno, M.Soc.,Sc, dalam kesempatan tersebut turut hadir juga Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Wakil Menteri Hukum dan HAM, Edward O.S. Hiariej, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Kepala BIG, Muh Aris Marfai, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, dan Dirut BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti.

Ketua MWA UGM, Profesor Dr. Pratikno, M.Soc.,Sc., menyampaikan harapannya kepada rektor baru UGM agar nantinya bisa mempersatukan energi dan kekuatan yang dimiliki UGM.

Diketahui, UGM memiliki lebih dari 50 ribu mahasiswa sebagai potensi bangsa yang harus dikembangkan untuk membawa universitas semakin menjulang tinggi dan mengakar kuat pada kepentingan kemanusiaan, masyarakat, bangsa, dan negara.

"Selamat bekerja, kami titip Ibu Rektor untuk bisa mempersatukan kekuatan UGM menjadi bagian dari kekuatan Indonesia," tuturnya.

Profesor Ova Emilia juga menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan untuk mengawal UGM selama lima tahun ke depan.

Ia menyampaikan komitmen harus memperkuat pendalaman dan penanaman jati diri UGM yaitu Universitas Pancasila, Universitas Nasional, Universitas Perjuangan, Universitas Kerakyatan, dan Universitas Pusat Kebudayaan di lingkungan kampus serta menerjemahkan konteks terkini.

Menurutnya, saat ini universitsa memasuki era perubahan besar dengan berbagai isu global seperti pandemi Covid-19, transformasi digital, dan perubaha iklim mendisrupsi seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk tata kelola tridarma perguruan tinggi.

Menghadapi berbagai tantangan dan peluang yang ada, Ova menekankan kembali posisi UGM menghadapi era perubahan besar ini. Pertama, UGM perlu hadir sebagai kampus penjaga persatuan, kebinekaan dan kebangsaan.

Kedua, UGM harus mengambil posisi sebagai pemimpin transformasi institusi pendidikan tinggi di Indonesia.

"UGM juga memiliki peran penting sebagai pengawal kepemimpinan strategis Indonesia di level global. UGM perlu ikut berperan sebagai mitra pemerintah Indonesia yang kritis dan konstruktif dengan menyediakan kajian serta rekomendasi yang berpegang teguh pada kaidah-kaidah keilmuan dan relevansi,"urainya.

Sebelumnya, Panut Mulyono mengucapkan terima kasih telah dipercaya memimpin UGM selama 2017-2022. Ia berharap di bawah kepemimpinan rektor baru UGM akan semakin maju dan berkembang serta memberikan kemanfaatan dan kontribusi lebih bagi masyarakat bangsa, dan negara.

"Semoga UGM bisa terus memandu perjalanan bangsa Indonesia dalam mencapai kejayaan,"ucapnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini