Share

UGM Beri Gelar Doktor Honoris Causa untuk Menhub karena Bangun Sistem Transportasi Lebih Maju

Erfan Erlin, iNews · Senin 23 Mei 2022 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 23 65 2598725 ugm-beri-gelar-doktor-honoris-causa-untuk-menhub-karena-bangun-sistem-transportasi-lebih-maju-ABVXiXsp1f.jpg Budi Karya Sumadi menerima ucapan selamat dari Ganjar Pranowo/Erfan Erlin

JAKARTA - Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa kepada Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi.

Penganugerahan tersebut dilakukan melalui Sidang Senat yang diselenggarakan pada hari ini, Senin (23/5/2022).

Dalam materi yang ia suguhkan saat itu, Budi Karya mengatakan bahwa di tahun 2022 ini Indonesia masih dihadapkan pada ketidakpastian tinggi.

Karena Covid-19 yang belum berakhir, Indonesia juga menghadapi tantangan di tingkat global.

"Upaya recovery dunia juga berdampak pada Indonesia,"katanya.

Beberapa tantangan global lain di antaranya adalah kenaikan suku bunga yang dilakukan oleh Amerika Serikat, Kebijakan recovery dari bank-bank yang ada di Inggris serta konflik dari Rusia dan Ukraina yang mengancam dunia terutama perihal stabilitas ekonomi dan permasalah perubahan iklim.

Menurutnya transportasi merupakan turunan perekonomian. Dan Indonesia saat ini sudah berhasil keluar dari resesi ekonomi.

Ketika indikator ekonomi menunjukkan perekonomian Indonesia sudah reborn alias kembali.

"Triwulan I 2022 tumbuh 5,01persen tertinggi dibanding 5 negara maju yang selama ini kita elu-elukan,"tambahnya.

Lulusan Fakultas Tehnik jurusan Arsitektur UGM tahun 1976 ini mengatakan membangun sistem transportasi tidak sekadar membangun jalur atau sarana fisik saja tetapi sistem keamanan, kenyamanan kelayakan transportasi tersebut untuk peradaban baru.

Dan berdasarkan data Bank Dunia dan Global Ekonomi 2021 ketika kuntitas dan kualitas infrastruktur di Indonesia sudah positif sejak tahun 2014 yang lalu.

Yaitu saat sistem transportasi sudah mendukung prinsip berkeadilan berkelanjutan demi kerakyatan

"Transportasi berkonstribusi keadilan kemakmuran dan keadilan rakyat bergeser Jawa centris jadi Indonesia centris di mana manfaatnya sudah dirasakan di seluruh Indonesia. Baik yang di Utara, di selatan, barat dan timur dan mereka yang terpencil terjauh hingga di perbatasan,"terangnya.

Pemerintah berusaha untuk melakukan pembangunan transportasi dengan mendirikan tol laut, jembatan udara, kapal ternak dan pelayaran rakyat.

Pemerintah membangun sistem transportasi dengan by the service yang berkeadilan. Pemerintah akan melibatkan swasta untuk meningkatkan keadilan tranportasi massa

Kebijakan safe dan improvement juga ia lakukan di mana salah satunya Presiden Jokowi mengakui keberhasilan penanganan mudik tahun ini.

Karena tidak ada pemudik yang terjebak kemacetan terlalu lama meskipun masih ada namun tidak terlalu berdampak.

"76,4% luas kinerja pemerintah. Melihat data lain dari jasa Raharja jumlah santunan yang diserahkan tahun 2022 menurun 50% dibanding sebelumnya,"papar dia.

Melalui himbauan pemerintah ternyata masyarakat juga sudah kooperatif di mana jumlah mudik menggunakan motor menurun, kebijakan one way, ganjil genap diiikuti masyarakat sehingga hal ini menjadi modal ke depan untuk lebih baik lagi.

Sebagai orang yang pernah diamanahi dalam sebuah korporasi dan sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), maka pihaknya juga melakukan creative financing untuk menambah kemampuan APBN dan menambah kemampuan finansial Kemenhub.

Tidak hanya partner biasa tetapi juga mampu menggaet strategi partner yang mampu mengolah sarana transportasi.

"KPBU (Kerjasama Pemerintah Dengan Badan Usaha) memberi peluang pihak lain untuk mengikuti proyek dari pemerintah. Seperti pelabuhan di Sulawesi Selatan, pelabuhan Gorontalo di mana melibatkan swasta untuk menambah fiskal,"ungkapnya.

Rektor UGM lama Prof Dr Oabut menambahkan, UGM memiliki visi yang banyak demi mewujudkan Indonesia maju.

UGM senantiasa meletakkan nilai-nilai bangsa dan kemanusiaan selalu di depan.

Oleh karenanya UGM memberikan penghargaan kepada pihak yang telah memberikan kontribusi positif terhadap bangsa ini.

"Kami pernah memberi anugrah kepada Sri Sultan HB IX dan kini kepada bapak Budi karya Sumadi karena kontribusinya membangun transportasi di tanah air," ujar dia.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini