Share

Karier Paling Menjanjikan untuk Milenial dan Gen Z di Masa Depan Menurut Kemendikbudristek

M Purwadi, Koran SI · Jum'at 20 Mei 2022 11:14 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 20 65 2597239 karier-paling-menjanjikan-untuk-milenial-dan-gen-z-di-masa-depan-menurut-kemendikbudristek-yoKCtvb9CA.jpg Ilustrasi/Freepik

JAKARTA - Direktorat Jenderal Pendidilan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) merilis daftar profesi paling menjanjikan di masa depan melalui akun Instagram resminya.

Satu di antara profesi-profesi yang menjanjikan tersebut adalah Data Scientist, profesi ini cukup ramai diperbincangkan juga akhir-akhir ini.

Menurut Worldo Economic Forum (WEF) dalam laporan bertajuk 'The Future of Jobs Report 2020' menjelaskan bahwa Data Scientis akan menjadi profesi yang paling bersinar dan dibutuhkan di tahun 2025.

Sementara itu, US Bureau of Labor Statistics pada April 2022 lalu juga mencatat, Data Scientis masuk ke dalam daftar 20 pekerjaan dengan pertumbuhan cepat yang mencapai 22 % hingga 10 tahun ke depan.

Melihat besarnya potensi profesi ini, dua mahasiswa Program Studi Teknik Perminyakan Univesitas Pertamina, Firman Cahya Putra Adistia dan Mochammad Naufal Septifiandi, bercita-cita menjadi data scientist di bidang minyak dan gas bumi (migas).

Tak hanya membekali diri dengan kemampuan akademik, untuk mewujudkan mimpinya, keduanya aktif mengikuti berbagai kegiatan pengembangan diri dan kompetisi di bidang data science.

Teranyar, keduanya berhasil menyabet Juara 1 untuk kategori Paper and Poster Competition pada kompetisi internasional bergengsi di bidang energi dan teknologi besutan ITB, Integrated Petroleum Engineering Festival (IPFEST).

"Di ajang tersebut, seluruh peserta ditantang untuk dapat memberikan inovasi di industri energi. Karena ketertarikan kami di bidang data science, kami menawarkan solusi penggunaan Machine Learning untuk memprediksi nilai cadangan minyak atau Estimated Ultimated Recovery (EUR) di lapangan shale," ungkap Firman dalam keterangan pers, Kamis (19/5/2022).

Lapangan minyak jenis ini, lanjut Firman, terdiri atas batuan serpihan. Umunya, memiliki nilai permebilitas dan porositas yang rendah.

Dibutuhkan proses perekahan untuk mendapatkan minyak yang terkandung di dalamnya.

"Sehingga, perhitungan EURnya sangat rumit karena melibatkan proses numerik yang kompleks. Dengan inovasi kami, perhitungan EUR di lapangan shale bisa dilakukan dengan lebih efisien," tutur Firman.

Untuk memprediksi nilai cadangan minyak di lapangan shale secara presisi, Firman dan Naufal mengolah lebih dari 500 data sumur minyak untuk selanjutnya diolah menggunakan algoritma pada machine learning.

"Dari hasil studi yang kami lakukan, kami berhasil memprediksi nilai EUR dengan akurasi hingga 87.516%," terang Firman.

Menurut mahasiswa yang gemar melakukan coding tersebut, di industri migas, eksplorasi adalah tahap yang paling banyak memakan biaya.

"Sehingga, dengan efisiensi pengolahan data yang dilakukan, perusahaan akan menghemat waktu yang pastinya juga akan berdampak pada penghematan biaya. Target pencarian cadangan minyak juga dapat dicapai dengan lebih efisien," jelas Firman.

Brynjolfsson dan McAfee, co-director dari MIT Initiative on the Digital Economy, dalam Harvard Business Review menyebutkan sepertiga perusahaan yang kini berada di puncak industri, mengaku lebih produktif dan lebih untung dibanding kompetitornya, berkat pengambilan keputusan berbasis data.

Tak heran, jika data scientis menjadi pekerjaan dengan penghasilan yang cukup menjanjikan di masa depan.

Perusahaan marketplace lowongan pekerjaan, Glints, dalam laporan bertajuk 'Tren dan Gaji Pekerja Digital Indonesia 2021' mencatat, gaji data scientist di Indonesia berkisar antara Rp10 hingga Rp20 juta per bulan.

Bahkan, LinkedIn mencatat sejak 2012 hingga saat ini, kebutuhan data scientist telah meningkat hingga 650%.

Untuk dapat unggul di bursa kerja, mahasiswa asal Banyuwangi tersebut, juga aktif mengikuti workshop, webinar, dan bootcamp terkait data science di bidang migas.

Ia juga aktif di sejumlah organisasi seperti The Society of Petrophysicists and Well Log Analysts (SPWLA), dan beberapa kali memenangkan kejuaraan di bidang data science.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini