Share

Jejak Toleransi Anies Tumbuh di Amerika saat Ikuti Pertukaran Pelajar

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 14 Mei 2022 08:45 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 14 65 2594011 jejak-toleransi-anies-tumbuh-di-amerika-saat-ikuti-pertukaran-pelajar-PIu4Emm39E.jpg Anies Baswedan/ Instagram

JAKARTA โ€“ Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membagikan kisahnya saat mengikuti pertukaran pelajar di Amerika Serikat yang diselenggarakan American Field Services (AFS). Saat itu, dia duduk di bangku SMAN 2 Yogyakarta .

ย (Baca juga: Bertemu Mendag Inggris, Anies Jajaki Kerja Sama Pembangunan MRT)

โ€œPada saat SMA, saya pernah ikut pertukaran pelajar. Dapat tempatnya di Amerika Serikat. Karena saya berasal dari keluarga religius di Jogja, Muslim religius, AFS di sana menempatkan saya di keluarga religius juga, yaitu Roman Chatolics (Katolik Roma),โ€ kata Anies dikutip dalam sebuah tayangan yang diunggah akun @El Campo, Sabtu (14/5/2022).

Mantan Mendikbud itu disana mendapat pengalaman berharga yang didapatnya dari ibu angkatnya di Amerika Serikat.

โ€œTinggal dengan keluarga itu dan ibu angkat saya adalah koordinator pendidikan di Gereja Katolik. Kompleks kan? Apa yang terjadi. Ibu saya yang paling banyak melatih saya untuk bisa bicara. Karena beliau menjadi promotor, apa yang beliau lakukan? Saya diajak ke gerejanya bukan untuk ikut misanya,โ€ ujar dia.

โ€œDi sana ruang gereja di lantai atas dan bawahnya ruang hall kosong. Setelah selesai acara kebaktian, lalu di bawah ada sarapan pagi. Saya selalu ikut sarapan paginya. Ngobrol dengan semuanya. Kebaktiannya, mohon maaf saya nggak ikut. Misanya nggak ikut, tapi ikut ngobrolnya. Kenapa? Ibu saya bilang, Nies.. if you join this, kalau kamu ikut gabung, akan ketemu semua orang,โ€ lanjut Anies.

โ€œDan apa yang terjadi? Pada saat itu 1988 orang tidak tahu banyak tentang Indonesia dan tentang Islam. Banyak orang lalu bertanya banyak kepadanya,โ€ sambung Anies.

โ€œApa yang dikerjakan ibu saya? Saya digilir bicara dari gereja ke gereja menjelaskan tentang Islam di Amerika Serikat. Diputer. Yang muter siapa? Yang muter ibu angkat saya yang menjadi koordinator pendidikan di Gereja Katolik Roma. Apa yang terjadi bapak ibu sekalian. Yang terjadi, itulah interaksinya level grassroot,โ€ kata Anies.

Kisah lama itu rupanya diingat juga oleh salah seorang kawannya di Amerika Serikat. Suatu ketika kawannya itu melihat Anies muncul dalam sebuah berita di media massa.

โ€œDia melihat saya muncul di berita begitu. Lalu dia bilang, rasanya kok pernah melihat orang itu. Selanjutnya dikirimkan fotonya ketika kami bersama-sama pada 1988 itu,โ€ ujar Anies.

Menurut Anies, jika ruang interaksi semacam itu diberikan secara lebih luas di Tanah Air, dia percaya bahwa mencintai Indonesia akan bisa menjadi pondasi seperti para empat tokoh bangsa yang pernah ngobrol sepanjang hari di rumah kakeknya.

โ€œM Natsir tokoh Masyumi, Kasimo tokoh Partai Katolik, Frans Seda tokoh Katolik, dan AR Baswedan, di rumahnya bersahabat bicara dengan tenang tentang kebangsaan penuh saling mencintai. Mengapa? Mereka menempatkan Indonesia di atas perbedaan-perbedaan yang mereka miliki,โ€ tutup Anies.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini