Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Deretan Komentar Tokoh Tanah Air Terkait Konten YouTube Deddy Corbuzier Angkat Isu LGBT

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 12 Mei 2022 |05:00 WIB
Deretan Komentar Tokoh Tanah Air Terkait Konten YouTube Deddy Corbuzier Angkat Isu LGBT
Pasangan gay Ragil dan Frederik/Tangkapan layar channel YouTube Deddy Corbuzier
A
A
A

JAKARTA - Isu lesbian, gay, biseksual, transgender (LGBT) sedang ramai diperbincangkan di Indonesia baru-baru ini.

Awal mulanya dari YouTuber dan selebritis Deddy Corbuzier yang mengundang pasangan gay Ragil Mahardika asal Sumatera Barat dan Frederik Vollert dari Jerman.


LGBT di Indonesia merupakan perihal yang sangat tabu.


Bukan hanya dilandaskan norma agama saja, namun juga norma sosial yang menganggap bahwa penyuka sesama jenis menyimpang dan “orang sakit”, meski sejak tahun 1987 homoseksual tidak lagi dikategorikan sebagai gangguan kejiwaan.

Survei nasional oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada tahun 2018 menunjukkan rakyat Indonesia masih memberikan hak hidup bagi kaum LGBT sebanyak 57,7% suara.

Namun dari hari ke hari, diskriminasi pada kaum LGBT kerap terjadi.

Media sosial dipenuhi opini masyarakat yang secara tegas menyatakan menolak keberadaan LGBT.

Tidak hanya warga sipil, komentar mengenai penolakan LGBT juga datang dari tokoh-tokoh Tanah Air.

1. Anggota Komisi I DPR RI Fraksi PPP Mohammad Iqbal

Mohammad Iqbal memberikan respons mengenai video Podcast Deddy Corbuzier tentang bintang tamu pasangan gay tersebut.

Lewat keterangan tertulis, Mohammad Iqbal menyatakan bahwa video tersebut mempromosikan LGBT dan pernikahan sesama jenis yang ditentang di Indonesia.

"Video tutorial jadi gay itu bisa meningkatkan LGBT dan pernikahan sesama jenis di Indonesia," katanya.

Iqbal juga meminta Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) untuk menurunkan video tersebut dari YouTube.

2. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI)

Cholil Nafis, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, menyatakan bahwa apa yang dilakukan Deddy Corbuzier dalam Podcast-nya tersebut bukanlah hal yang dapat dibenarkan.

Terlebih, LGBT merupakan perilaku yang diharamkan dalam ajaran Islam.

"LGBT itu harus diamputasi, bukan ditoleransi," kata Cholil dalam akun Twitter-nya, pada Senin (9/5/2022).

3. Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Utara H. Salafa Hepa

Salafa Hepa mengharapkan tindakan tegas dari pemerintah pusat terhadap konten-konten LGBT yang beredar di internet belakangan ini.

"Stop video-videonya, jangan sampai tayang karena meresahkan. Indonesia melarang adanya hal itu," tukasnya pada sebuah wawancara.

Ia juga menekankan untuk memperingatkan pelaku pembuat konten LGBT yang mempublikasikan hubungan yang ilegal di negara ini.

Muslim Indonesia juga tidak boleh kurang tanggap dan harus 'memusnahkan' hal demikian.

4. Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan

Luhut pernah mengatakan, kaum LGBT masih warga negara Indonesia.

Mereka masih berhak untuk dilindungi, namun harus mendapatkan pencerahan rohani.

Luhut tidak menyetujui adanya tindak kekerasan untuk memberantas LGBT.

"Itu memerlukan pencerahan agama, psikologi, silakan saja. Saya tapi tidak setuju kalau usir, bunuh, atau apa. Kita sebagai bangsa bermartabat. Itu bukan maunya dia (LGBT)," tegasnya.

Menanggapi komentar dan kecaman yang ditujukan kepada dirinya, Deddy Corbuzier akhirnya merespons.

Ia menyampaikan permohonan maaf sekaligus menghapus video tentang pasangan LGBT yang mengundang kegaduhan publik itu.

Deddy menyatakan, dirinya tidak mendukung kegiatan LGBT.

Ia hanya mengungkap fakta bahwa kaum LGBT itu ada dan ia pribadi tidak berhak menghakiminya.

(bul)

(Rani Hardjanti)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement