Share

Kerja Sama dengan SFD, Pembangunan 5 Gedung Kampus UNJ Mulai Dilakukan

Inin Nastain, Koran SI · Senin 14 Maret 2022 18:59 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 14 65 2561530 kerja-sama-dengan-sfd-pembangunan-5-gedung-kampus-unj-mulai-dilakukan-DlAHPOpNin.jpg CEO of SFD. (Foto: Inin)

JAKARTA - Proses pembangunan lima gedung di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mulai dilakukan per hari ini, Senin (14/3/2022). hal itu seiring dilakukannya peletakan batu pertama yang dihadiri langsung pimpinan kampus dan pihak donatur dari Arab saudi.

Rektor UNJ, Komarudin mengatakan, tahapan pembangunan lima gedung itu sudah dilakukan sejak 2019 lalu. Setelah berjalan sekitar 4 tahun, hari ini proses pembangunan mulai dilakukan, ditandai dengan peletak batu pertama.

“Untuk membangun empat gedung pendidikan dan satu gedung pendidikan karakter. Pembangunan lima gedung berada di lahan exiting di rawamangun. Pembangunan gedung dilakukan berprinsip bangunan ramah lingkungan terintegrasi, mewujudkan smart building sesuai konsep urban kampus,” kata Komarudin, dalam acara peletakan batu pertama, Senin.

Baca juga:  Nilai UTBK UNJ, Calon Mahasiswa Silakan Simak!

Pembangunan yang dilakukan melalui program Saudi Fund for Development (SFD) itu, jelas dia tidak hanya civil world. Pembangunan juga meliputi perkembangan kurikulum dan penguatan SDM. “Semua ini dalam rangka menguatkan program UNJ menjadi universitas unggul dan bereputasi,” jelas dia.

CEO SFD Sultan Abdulrahman A. Almarshad berharap, kerjasama pembangunan di UNJ itu bisa meningkatkan kualitas pendidikan di kampus itu. selain itu, dengan adanya penambahan gedung, diharapkan bisa lebih banyak menampung calon mahasiswa.

“Sebuah proyek yang akan meningkatkan kualitas pendidikan. Yang akan mewujudkan pembangunan berkelanjutan dimana proyek ini ingin mengembangkan kualitas pendidikan dan meningkatkan penerimaan di universitas ini.  dari 28 ribu menjadi 40 ribu mahasiswa,” kata dia.

Dijelaskannya, SFD sudah gencar menyalurkan bantuan sejak 49 tahun lalu. Bantuan yang disalurkan pun beragam, tidak hanya untuk sektor pendidikan saja. Bantuan-bantuan itu, khususnya diberikan kepada negara berkembang.

“Lebih dari 49 tahun lembaga ini sudah memberikan bantuan, terutama negara-negara berkembang. Bertujuan membantu pembangunan yang berkelanjutan dan membangkitkan ekonomi dan sosial,” jelas dia.

“Sejak 45 tahun yang lalu, lembaga ini memberikan bantuan kepada Republik Indonesia berupa pinjaman lunak untuk 12 proyek di indonesia 400 juta dolar di berbagai sektor. Infrastruktur, begitu juga energi, kesehatan, transportasi, dan pendidikan,” lanjut dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini