Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jurusan IPA-IPS di SMA Ditiadakan, Rektor UGM: Mereka Harus Belajar Lebih Keras

Bachtiar Rojab , Jurnalis-Senin, 21 Februari 2022 |09:37 WIB
Jurusan IPA-IPS di SMA Ditiadakan, Rektor UGM: Mereka Harus Belajar Lebih Keras
Ilustrasi. (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Kebijakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim dinilai membuat siswa harus bekerja ekstra saat masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Kurikulum Merdeka yang digagas Menteri Nadiem, membuat di sekolah tidak akan ada lagi jurusan atau peminatan seperti IPA, IPS, atau Bahasa. Siswa bisa bebas memilih mata pelajaran yang diminatinya di dua tahun terakhir saat SMA.

Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono mengatakan, Kurikulum Merdeka menjadikan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi tidak terfokus dalam menentukan nilai kemampuan dasar saat hendak masuk PTN.

BACA JUGA:Lulus Kuliah di Jepang, Jerome Polin Bagikan Perjuangan Bikin Skripsi

"Menjadikan lulusan SMA tidak fokus pada dasar-dasar pengetahuan yang dimilikinya sebagai bekal melanjutkan studi di program studi perguruan tinggi," ujar Panut saat dihubungi MPI, Minggu (20/2/2022).

Panut menuturkan, bahwa PTN memerlukan pengetahuan dasar siswa guna menunjang kesuksesan belajar pada program studi yang nantinya akan dipilih.

"Memerlukan pengetahuan dasar tertentu sebagai menunjang kesuksesan belajarnya di program studi tersebut," katanya.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement