Share

Cetak Musisi Andal, Lady Rocker Nicky Astria Kembangkan Kampus Musik Digital

Agung Bakti Sarasa, Koran SI · Jum'at 04 Februari 2022 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 04 65 2542272 cetak-musisi-andal-lady-rocker-nicky-astria-kembangkan-kampus-musik-digital-K1zTi6XHZ3.png Nicky Astria (Foto: Agung Bakti Sarasa)

BANDUNG - Lady rocker ternama Tanah Air, Nicky Astria bikin gebrakan baru dengan mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Musik Bandung (STiMB) yang didirikannya 2001 silam. Ia bertekad ingin mencetak musisi andal di era digital yang berkembang saat ini.

Pemilik nama lengkap Nicky Nastitie Karya Dewi itu melakukan transformasi dengan mengembangkan STiMB menjadi kampus digital. Transformasi tersebut ditandai dengan hadirnya kampus baru STiMB di Jalan PHH Mustofa, Kota Bandung. Sebelumnya, STiMB berdiri di kawasan Lamping, Jalan Setiabudhi, Kota Bandung.

Baca Juga:  Bocoran dari Ketua LTMPT Agar Lulus Tes Masuk Kampus Negeri

Menurut Nicky, perubahan orientasi menjadi kampus digital merupakan tuntutan zaman. STiMB ingin menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan bermusik dan didukung pengetahuan digitalisasi, di antaranya pengolahan musik, hak intelektual, hingga moneytize platform musik.

"Sekarang ini, digitalisasi sudah menjadi tuntutan zaman. Sejak berdiri 2001, kita sudah hasilkan lulusan yang memiliki kompetensi tidak hanya bermusik, tapi bisa mengetahui hak dan kewajibannya," kata Nicky di sela-sela syukuran kampus baru STiMB, Kamis (3/2/2022).

Baca Juga:  15 PTS Terbaik di Indonesia versi Webometrics 2022, Ini Daftarnya

Menurut Nicky, STiMB sejak awal ingin membantu para calon musisi memahami cara mencari uang. Pasalnya, dengan teknologi yang semakin berkembang saat ini, masih banyak musisi yang kesulitan untuk menciptakan uang.

"Para calon musisi ini kebanyakan tidak tahu hak dan kewajibannya. Sehingga, akhirnya karya hanya tinggal karya, tanpa ada keuntungan yang didapatnya. Padahal, karyanya tersebut merupakan kekayaan intelektual yang nilainya sering tak terhingga," jelasnya.

Pelantun 'Panggung Sandiwara' ini mengatakan, di era digital saat ini, banyak bermunculan berbagai platform yang dapat dijadikan ruang ekspresi untuk menghasilkan keuntungan ekonomi bagi musisi.

"Mahasiswa di STiMB tak cuma belajar soal musik, tapi dibekali juga dengan regulasi dalam industri musik, khususnya yang terkait dengan kekayaan intelektual. Di era revolusi industri 4.0, kami siapkan lulusan STiMB agar mampu menguasai teknologi dan digital market," tuturnya.

Nicky menuturkan, dalam bermusik, tidak cukup mengandalkan bakat untuk bisa sukses. Di era Revolusi Industri 4.0 saat ini, kata Nicky, pemusik juga membutuhkan pembelajaran akademis.

"Kalau otodidak akan melalui proses panjang, tapi kalau belajar secara akademis, mereka akan dibekali berbagai kemampuan untuk menghadapi era 4.0 ini," katanya.

Disinggung soal musisi masa kini, Nicky mengakui bahwa musisi masa kini memiliki kemampuan sangat baik. Namun, menurutnya, jumlahnya terlalu banyak dan kemampuannya merata.

"Kalau dulu kan sedikit jadi artis, kalau sudah terkenal itu mudah mendapatkan job. Nah, optimalisasi diri ini dipelajari di sekolah supaya memiliki keunikan tersendiri, sehingga berbeda dengan kebanyakan orang," katanya.

Nicky pun berharap, pengalamannya dalam industri musik juga bisa diberikan kepada para calon musisi di STiMB. Sejak berdiri 2001 silam, tambah Nicky, STiMB sudah melahirkan banyak musisi yang kini malang melintang di industri hiburan, salah satunya Cakra Khan.

"Ya, dia (Cakra Khan) lulusan STiMB dan dia mampu bersaing karena memang punya karakter," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini