Share

Inovasi Universitas Brawijaya, Kembangkan Garam Rakyat dan Bikin Aplikasi Kepemimpinan

Avirista Midaada, Okezone · Rabu 26 Januari 2022 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 65 2537929 inovasi-universitas-brawijaya-kembangkan-garam-rakyat-dan-bikin-aplikasi-kepemimpinan-wdVtzUPGfX.jpg (Foto: MPI/Avirista)

MALANG - Universtitas Brawijaya (UB) Malang mendorong hilirisasi produk-produk hasil penelitian dan inovasi. Dua produk yang dikembangkan adalah garam rakyat di Jawa Timur dan pengembangan aplikasi web LokalLead.id untuk pembekalan pemimpin organisasi maupun perusahaan agar sesuai dengan karakteristik wilayah.

Hal tersebut dilakukan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) sebelum dilakukan proses komersialisasi produk.

Wakil Rektor V Bidang Riset dan Inovasi Dr Bambang Susilo mengungkapkan, saat ini ada dua hasil penelitian dan inovasi LPPM 2021 yang sudah dinyatakan siap untuk masuk dalam Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis (DI2B) untuk proses dihilirisasi.

"Mudah-mudahan nantinya banyak yang akan kita hilirisasi hasil dari penelitian. Untuk yang piloting ada dua dan harus jalan tahun ini," kata Bambang, di Universitas Brawijaya, Malang, pada Selasa (25/1/2022).

Menurut Bambang, dengan adanya Wakil Rektor V Bidang Riset dan Inovasi, maka sistem kerja terkait penelitian dan inovasi yang dihasilkan akan terintegrasi. Sehingga, riset yang memiliki kesiapan teknologi akan segera masuk dalam program kerja DI2B untuk proses hilirisasi.

"Sekarang dengan tanggung jawab pada Wakil Rektor, maka akan lebih terintegrasi sistem kerjanya. Jadi, riset yang sudah mempunyai kesiapan teknologi tinggi bisa digeser pada program kerja DI2B untuk hilirisasi," ungkapnya.

Baca Juga : UB Perkuat Pendampingan Riset dan Inovasi Atasi Masalah Kekurangan Dana

Ia menambahkan, setelah masuk pada program kerja DI2B, penelitian tersebut akan dilakukan inkubasi hingga layak teknis, ekonomi, sosial dan berkelanjutan. Selanjutnya, hasil penelitian dan inovasi itu akan dikomersialisasi melalui Badan Pengelola Usaha (BPU) atau investor swasta.

"Tugas saya adalah hilirisasi. Nanti untuk yang komersil akan dikelola BPU atau investor swasta," ujarnya.

Sebagai informasi, hasil penelitian terkait pengembangan garam rakyat di Jawa Timur yang dilakukan oleh Andi Kurniawan itu mengupas terkait permasalahan produksi garam rakyat, dan upaya untuk mengoptimalisasi produksi yang selama ini mengalami kendala saat musim hujan.

Sementara LokalLead.id, digagas oleh sejak 2008 oleh Dodi Irawanto PhD yang bertujuan untuk mengembangkan konsep kepemimpinan implementatis bernuansa nilai luhur bangsa Indonesia. Pemetaan dilakukan untuk memberikan bekal kepada para pemimpin sesuai karakteristik daerah.

Dalam riset tersebut, sudah dilakukan identifikasi pada 13 provinsi yang ada di Indonesia terkait gaya kepemimpinan yang dipersepsikan positif. Aplikasi berbasis web LokalLead.id itu, nantinya juga akan dipergunakan dalam proses assessment pada salah satu BUMN logistik nasional.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini