Share

1 Pelajar Terpapar Covid-19, PTM 100 % Dihentikan dan Puluhan Siswa Kontak Erat Jalani Swab

I Gusti Bagus Alit Sidi, iNews · Rabu 26 Januari 2022 17:06 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 26 624 2537979 1-pelajar-terpapar-covid-19-ptm-100-dihentikan-dan-puluhan-siswa-kontak-erat-jalani-swab-ZrN8V2Vh3T.jpg Ilustrasi PTM (Foto: MNC Media)

BADUNG - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kuta, Badung, Bali terpaksa menghentikan proses pembelajaran tatap muka (PTM) 100 % setelah salah seorang siswanya terkonfirmasi positif Covid-19 saat menjalani tes acak yang digelar di sekolah setempat.

Selain melakukan lockdown atau menutup sekolah, sebanyak 31 pelajar yang kontak erat dengan siswa tersebut diwajibkan menjalani tes usap PCR untuk mendeteksi penyebaran virus Covid-19.

Mereka menjalani tes PCR di wantilan sekolah tersebut pada Selasa (25/1) pagi.

Sebelum diambil sampelnya, para siswa menjalani skrining terlebih dahulu. Dari 31 siswa, ada satu siswa yang belum hadir di sekolah lantaran tidak diizinkan oleh orang tuanya. Namun, pihak sekolah berupaya membujuk dengan melakukan pendekatan persuasif agar pelajar bersangkutan bersedia diambil sampelnya.

Adanya seorang pelajar yang terkonfirmasi positif Covid-19 terungkap setelah tim dari Pemkab Badung yang melaksanakan screening di SMPN 2 Kuta dengan mengambil sampel 90 pelajar ditambah 10 orang guru dan pegawai.

Baca juga: Sejumlah Kriteria untuk Sekolah Hentikan PTM

Setelah dinyatakan terpapar, tim dari Pemkab Badung melakukan swab untuk memastikan kondisi pelajar yang bersangkutan. Setelah hasilnya dinyatakan positif, pelajar tersebut mendapat penanganan lebih lanjut.

Dari hasil tracing dan tes yang dilakukan, diketahui orang tua dari siswa bersangkutan juga terkonfirmasi positif Covid-19 sehingga keluarga tersebut langsung menjalani isolasi terpusat di salah satu hotel di kota Denpasar, Kadisdikpora Badung. Saat dikonfirmasi I Gusti Made Dwipayana tak menyangkal kegiatan PTM di SMPN 2 Kuta dihentikan sementara menyusul salah satu siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca juga: Kasus Covid-19 dan Varian Omicron Terus Melonjak, Ini 5 Pertimbangan agar PTM Dievaluasi

Kebijakan penghentian PTM untuk sementara waktu dilakukan sebagai antisipasi untuk mencegah timbulnya klaster baru penyebaran Covid-19 di lingkungan sekolah.

Meski sekolah untuk sementara di lockdown, proses belajar mengajar siswa lainnya tetap berlangsung secara online atau daring dengan mendapat pengawasan langsung dari Kepala Sekolah.

Pihak sekolah bahkan memantau langsung proses belajar mengajar secara online menggunakan aplikasi khusus. Jika hasil tes usap PCR menunjukkan hasil negatif, pihak sekolah berencana membuka kembali proses belajar mengajar.

Namun jika ada penambahan kasus maka penghentian proses belajar mengajar kembali dilakukan selama 5 hari ke depan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini