Share

Pelajar SMP di Kota Batu Ternak Burung Berkicau Beromzet Jutaan Rupiah

Antara, · Selasa 11 Januari 2022 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 65 2530675 pelajar-smp-di-kota-batu-ternak-burung-berkicau-beromzet-jutaan-rupiah-R82vixCuow.jpg Muhammad Fachri Husein Meraup jutaan rupiah dari budidaya burung Murai Batu. (Foto: Antara)

BATU - Remaja asal Kota Batu, Jawa Timur, Muhammad Fachri Husein, berusia 15 tahun menangkap peluang bisnis dengan beternak burung kicauan jenis Murai Batu (Copsychus malabaricus) dan meraup omzet hingga jutaan rupiah per bulan.

Fachri, siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2, di Kota Batu, Jawa Timur, Selasa (11/1/2022) mengatakan, peluang bisnis untuk beternak burung kicauan itu dimulai dari hobi yang diawali oleh orang tua Fachri yang mengikuti lomba burung berkicau.

BACA JUGA: Meraup Cuan dari Budidaya Burung Murai Batu

"Saya beternak mulai pertengahan 2018, awalnya hanya mencoba saja. Ini semua berawal dari lomba burung kicauan, kemudian saya mencoba untuk beternak," kata Fachri.

Menurut dia, burung Murai Batu hasil ternak tersebut sudah bisa dijual kepada peminat burung kicauan saat berusia tiga bulan. Harga seekor burung Murai yang dijualnya berkisar antara Rp4 juta hingga Rp6 juta.

Harga seekor Murai Batu juga bisa lebih tinggi jika hasil ternak itu berasal dari indukan yang sempat memenangkan kontes burung berkicau. Omzet yang dihasilkan dari ternak burung kicauan tersebut berkisar antara Rp10 juta hingga Rp15 juta per bulan.

"Untuk omzet per bulan berada pada kisaran Rp10 juta hingga Rp15 juta," ujarnya.

BACA JUGA: Berawal dari Hobi, Mahasiswa Ini Jadi Jutawan berkat Burung Parkit

Ia menambahkan, untuk seekor Murai Batu hasil ternak yang berasal dari indukan pemenang kontes burung berkicau, bisa dijual dengan harga mencapai Rp25 juta. Harga tinggi itu disebabkan trah indukan dan postur burung yang sangat baik.

Untuk pemasaran burung hasil ternak tersebut, lanjutnya, biasanya akan dipasarkan pada kelompok-kelompok atau komunitas pecinta burung berkicau. Peminat burung Murai Batu hasil ternak berasal dari wilayah Jawa Timur hingga Jakarta.

"Untuk penjualan ke daerah Jawa Timur dan Jakarta juga ada. Penjualan melalui komunitas. Paling mahal pernah untuk anakan Murai Batu dengan harga Rp25 juta, yang membuat mahal karena dari indukannya dan posturnya bagus," ujarnya.

Saat ini, remaja kelas IX SMPN 2 tersebut memiliki delapan pasang indukan di belakang rumahnya yang berada di Kelurahan Ngaglik, Kacamatan Batu. Ia mengurus burung-burung tersebut biasanya pada sore hari usai bersekolah.

Ia menambahkan, untuk pengembangbiakan dan perawatan burung Murai Batu sendiri juga terbilang mudah. Untuk perawatan, ia memberikan makanan satu kali setiap hari dan membersihkan sangkar.

Sementara untuk pengembangbiakan, lanjutnya, ia hanya meletakkan sepasang burung Murai Batu dalam satu kandang saat sudah siap dikawinkan. Dari satu pasangan Murai Batu, biasanya akan menghasilkan 2-4 telur.

"Saya merawat saat sore hari sepulang sekolah. Memberi makan dan membersihkan kandang. Menurut saya ini lebih mudah dibanding burung lainnya," kata Fachri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini