Share

Daya Serap Angkatan Kerja Perguruan Tinggi Menurun Imbas Pandemi

Tim Okezone, Okezone · Jum'at 31 Desember 2021 10:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 31 65 2525389 daya-serap-angkatan-kerja-perguruan-tinggi-menurun-imbas-pandemi-pFdHr38qQo.jpg Ilustrasi (Foto: pexel/sora shimzaki/sindonews)

JAKARTA – Gubernur Lemhannas RI, Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo mengatakan, Indonesia perlu mewaspadai menurunnya kemampuan dunia usaha dalam menyerap angkatan kerja. Terutama dengan latar belakang pendidikan tinggi. Apalagi, melemahnya kinerja ekonomi selama pandemi.

“Pandemi berisiko menambah panjang durasi tunggu angkatan kerja baru untuk memperoleh pekerjaan, terutama lulusan perguruan tinggi,” kata Agus Widjojo pada Konferensi Pers Pernyataan Akhir Tahun 2021 secara daring pada Jumat (31/12/2021).

Baca Juga: UI GreenMetric 2021 Umumkan 10 Kampus Berkelanjutan Terbaik di Dunia

Menurut Agus, angkatan kerja lulusan SMK memiliki tantangan sendiri untuk tetap bertahan di pasar tenaga kerja. Sebaliknya, tenaga kerja muda dengan pendidikan lebih rendah, yaitu SMP sederajat berpeluang berpeluang lebih besar mendapatkan pekerjaan di banding lulusan perguruan tinggi.

“Ini karena pengaruh kemampuan perusahaan memberikan upah yang sesuai,” kata Agus.

Lemhannas memandang informasi pasar kerja sangat dibutuhkan bagi angkatan kerja muda saat ini. Informasi pasar kerja yang diamanatkan melalui jaminan kehilangan pekerjaan dalam UU Cipta Kerja menjadi wacana kebijakan penting untuk membantu angkatan kerja terserap ke dalam pasar tenaga kerja di Indonesia.

Baca Juga:  Naikkan Reputasi Kampus, Ini Trik dari Kepala LLDIKTI III

Angkatan kerja baru yang terdampak krisis akibat pandemi berpotensi menanggung beban sosial-ekonomi jangka panjang. “Hal ini berdampak pada menurunnya kualitas sumber daya manusia, pendapatan yang rendah dan munculnya masalah kesehatan mental,” kata Agus.

Langkah yang perlu dilakukan oleh pemerintah dan swasta adalah pembangunan infrastruktur digital teknologi informasi dan komunikasi. Dalam hal ini, pengetahuan melalui pendidikan menjadi modal dasar penting bagi keberhasilan Indonesia dalam adaptasi dan transformasi.

Selain itu, perlu adanya agenda reformasi pendidikan pada peningkatan kualitas pendidikan dan akselerasi penyerapan materi pelajaran. Sebuah tantangan ketika hal ini diperberat dengan belum meratanya kesempatan pendidikan bagi masyarakat dan kualitas tenaga pendidik yang belum menjamin sepenuhnya mampu mengejar laju kemajuan teknologi pendidikan maupun perkembangan materi ajar.

Selain membahas mengenai rendahnya penyerapan angkatan kerja, Lemhannas juga mencermati mengenai perlunya penguatan sumber daya manusia di masa endemik, serta pemanfaatan teknologi yang perlu dilakukan oleh pusat dan daerah.

Hadir juga pada kesempatan tersebut Wakil Gubernur Lemhannas RI Marsdya TNI Wieko Syofyan, Sekretaris Utama Lemhannas RI Komjen Pol Purwadi Arianto, Deputi Pengkajian Strategik Lemhannas RI Reni Mayerni, Tenaga Profesional Bidang Sumber Kekayaan Alam dan Ketahanan Nasional Lemhannas RI, serta Cecilia Sumarlin.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini