Kolaborasi dengan Pemerintah Inggris dan Pemkot Surabaya, ITS Bangun Jalur Evakuasi Inklusif

Aan haryono, Koran SI · Jum'at 03 Desember 2021 16:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 03 65 2511477 kolaborasi-dengan-pemerintah-inggris-dan-pemkot-surabaya-its-bangun-jalur-evakuasi-inklusif-7Wu2DkkpOS.jpg Jalur evakuasi inklusif yang dibangun ITS bekerja sama dengan Pemerintah Inggris dan Pemkot Surabaya.

SURABAYA – Indonesia adalah negara dengan potensi bencana alam yang tergolong tinggi. Dengan letaknya yang berada di atas lempeng-lempeng tektonik, membuat Indonesia kerap dilanda gempa bumi.

Karena alasan inilah Pemerintah Inggris bekerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menunjuk Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dalam pelaksanaan proyek Percontohan Jalur Evakuasi Inklusif yang diresmikan di SMP dan SMA Luar Biasa untuk Tuna Netra (LB-A) YPAB, Sukolilo Surabaya, Kamis (2/12/2021).

BACA JUGA: Waduh! Jalur Evakuasi Tsunami di Sejumlah Daerah Rusak Tertutup Sungai

Proyek percontohan jalur evakuasi gempa bumi inklusif ini merupakan salah satu proyek dari Global Future Cities Program (GFCP) atas kerja sama dari Pemerintah Inggris, Pemkot Surabaya, dan ITS. Program ini dibuat salah satunya untuk mendukung hak-hak penyandang disabilitas, sehingga tercipta lingkungan yang ramah terhadap kaum disabilitas dan kelompok rentan termasuk dalam mitigasi dan evakuasi bencana.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste Owen Jenkins menuturkan, proyek percontohan Jalur Evakuasi Inklusif di SMP dan SMA Luar Biasa untuk Tuna Netra (LB-A) YPAB ini merupakan perwujudan dari komitmen Pemerintah Inggris untuk terus mendukung kesetaraan gender dan disfungsi sosial di dunia.

“Saya harap, kerja sama ini terus berlanjut dan dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas,” katanya.

BACA JUGA: Jangan Panik! Berikut Panduan Evakuasi jika Terjadi Tsunami di Tengah Covid-19

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Mitigasi, Kebumian dan Perubahan Iklim (MKPI) ITS Adjie Pamungkas menuturkan bahwa proyek ini dimulai pada 2019 dan memulai konstruksi jalur evakuasi pada April lalu. Tidak hanya melakukan pembangunan jalur evakuasi, tim Puslit MKPI ITS juga merancang peta Evakuasi Raba dan Bicara (Evari) yang merupakan tiruan bangunan yang ada di lingkungan sekolah, sehingga siswa tunanetra mempunyai gambaran tentang kondisi sekolahnya.

“Peta Evari ini dibuat untuk melengkapi proses evakuasi agar mempermudah evakuasi ketika terjadi gempa,” ungkapnya.

Adjie menambahkan, bersama-sama dengan Pemkot Surabaya, tim Puslit MKPI ITS juga memberikan pelatihan kepada para warga sekolah YPAB dan masyarakat sekitar guna meningkatkan pengetahuan akan mitigasi gempa bumi.

“Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan warga sekolah YPAB dapat lebih sadar bagaimana evakuasi ketika gempa bumi terjadi,” ungkapnya.

Rektor ITS Prof Ashari mengatakan, masyarakat Indonesia yang sadar akan mitigasi gempa bumi masih minim. Karena itu, ITS melalui Puslit MKPI terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan hal tersebut dengan memprioritaskan penyandang disabilitas.

“Ke depan, ITS terus berkomitmen untuk memperluas kontribusi dalam meningkatkan pengetahuan evakuasi bencana bagi masyarakat Indonesia,” ucapnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini