Gunakan Inovasi Teknologi, Mahasiswa UB Berhasil Lestarikan Salamander Langka

Avirista Midaada, Okezone · Senin 25 Oktober 2021 10:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 25 65 2491157 gunakan-inovasi-teknologi-mahasiswa-ub-berhasil-lestarikan-salamander-langka-acJSa7t86U.jpg 5 mahasiswa UB berhasil kembangkan Salamander (Foto: Universitas Brawijaya)

MALANG -Lima mahasiswa Unversitas Brawijaya (UB) berhasil mengembangbiakan hewan langka Axolotl. Pengembangbiakan hewan jenis Salamander ini membuat 5 mahasiswa ini menerima tawaran ekspor dari berbagai negara.

Tercatat ada beberapa negara seperti Arab Saudi, Malaysia, India, dan China, yang menawarkan ekspor produk kepada mereka. Keberhasilan pengembangbiakkan Axolotl ini tak lepas dari inovasi kelima mahasiswa yakni Daffa Khairan, Brillian Prastica, Muhammad Setiawan Gusmi, Rere Tara Mahameru, dari Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan (FPIK), dan Ali Akbar (FILKOM).

Di bawah bimbingan dosen Muhammad Fattah, mereka mengembangkan Axolotl agar mampu beradaptasi, dan hidup di lingkungan dengan parameter Indonesia, bernama tim Aquaxo.

Baca juga: Inovatif! Mahasiswa UB Ciptakan Krim Anti Jerawat dari Kulit Durian

Menurut Ketua tim penelitian Daffa Khairan, Axolotl merupakan hewan yang unik, dengan memiliki bentuk seperti naga, namun memiliki bentuk wajah tersenyum, sehingga sering dikenal juga dengan sebutan “Smiling Salamander”. Hewan ini juga digunakan dalam penelitian ilmiah karena mereka memiliki kemampuan unik, yaitu mampu meregenerasi hampir seluruh anggota tubuh.

"Dibalik potensi yang menjanjikan tersebut Axolotl sulit hidup di Indonesia dikarenakan parameter untuk memijahnya yang berbeda dari kebanyakan ikan lainnya. Hal tersebut tidak dapat dipungkiri karena hewan endemic Mexico ini memiiki habitat di Danau Xochimilco dengan tinggi 2.240 mdpl, sehingga memiliki parameter air yang berbeda terlebih pada suhu air,” kata Daffa, melalui rilisnya yang diterima MNC Portal, pada Senin (25/10/2021).

Baca juga: Mahasiswa UB Buat Bahan Pembalut dari Limbah Agar-Agar yang Diklaim Cegah Kanker Serviks

Tim Aquaxo berhasil untuk membudidayakan hewan endemik ini. Bahkan dalam satu kali produksi dapat menghasilkan ratusan telur. Aquaxo memiliki visi untuk dapat melestarikan, dan mengembangkan komoditi unik ini dengan menggunakan teknologi yang dikembangkan yaitu dengan water closed loop chiller system.

Axolotl yang AQUAXO kembangkan memiliki daya tahan yang lebih kuat. Hal ini disebabkan karena Axolotl sudah berhasil adaptif dengan parameter yang ada di Indonesia sehingga sangat memungkinkan untuk memiliki Toothless ini dirumah kalian.

"Selain itu, perawatan yang cukup mudah menjadikan Axolotl pilihan keren untuk memiliki nya diruma," kata Daffa.

Pada proses perawatan di rumah dikatakan Daffa, Axiotol diletakkan di dalam Akuarium kaca menggunakan Water Chiller, yang berfungsi untuk memanipulasi parameter suhu. Sebab Axolotl membutuhkan suhu sekitar 18-20 derajat untuk memijah dan 16-28 derajat untuk rentang hidup.

Mahasiswa FPIK ini menambahkan, pada masa pembesaran perlahan akan dinaikan suhunya, agar Axolotl bisa beradaptasi dengan parameter tropis khususnya di Indonesia. Dapat dikatakan bahwa Axolotl hasil breeding AQUAXO memiliki kualitas yang tinggi dibandingkan Axolotl diluar karena mampu beradaptasi disuhu tropis bahkan hingga 28 derajat.

“Dengan hadirnya AQUAXO diharapkan mampu memberikan variasi baru pada komoditas ikan hias di Indonesia sekaligus menembus pasar ekspor demi mengangkat potensi perikanan Indonesia," terang dia.

Kini dengan kreasinya, permintaan Aquaxo cukup lumayan tinggi baik dari pasar domestik maupun luar negeri. Bahkan penjualannya telah menghasilkan pundi - pundi rupiah hingga jutaan.

"Dari domestik batch 1 kemarin langsung terjual habis, dan profit sampai 9 juta rupiah. Dari luar negeri sudah ada permintaan seribu lebih axolotl untuk di ekspor," tukasnya.

Untuk mengetahui mengenai seluk beluk Aquaxo, dirinya dan tim telah menyiapkan sejumlah platform jejaring digital, mulai dari website, media sosial, hingga market place di e-commerce dengan nama Aquaxo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini