Peserta MBKM Capai 20 Ribu, Mas Menteri: Angka yang Fantastis

Neneng Zubaidah, MNC Portal · Sabtu 23 Oktober 2021 16:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 22 65 2490338 peserta-mbkm-capai-20-ribu-mas-menteri-angka-yang-fantastis-Z4MVdXGdL1.jpg foto: ist

JAKARTA-Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) mengapresiasi capaian Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Provinsi Jawa Timur.

(Baca juga: Kemendikbud Ristek: Pers Memiliki Kaitan Erat dengan Sumpah Pemuda)

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek), mahasiswa peserta MBKM di Provinsi Jawa Timur mencapai 20 ribu orang.

Nadiem mengapresiasi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang telah mampu melibatkan sepertiga mahasiswanya dalam program MBKM.

“Mahasiswa yang terlibat MBKM dari total mahasiswa ITS itu angka yang fantastis. Bayangkan sepertiga yang sudah terlibat. Tolong jangan disia-siakan kesempatan Kampus Merdeka ini,” ujarnya, Jumat (22/10/2021).

(Baca juga: UNS Guyur Bonus Melimpah Mahasiswa Peraih Medali PON Papua)

“Saya ingin Jawa Timur bisa menjadi pioner dalam menciptakan program-program di luar kampus. Semua program yang tadi saya lihat bisa dikonversi menjadi program Kampus Merdeka, jangan hanya industri tetapi bisa juga humaniora atau lainnya,” tambah Nadiem.

Di tempat yang sama, Rektor ITS Mochamad Ashari menyampaikan bahwa ITS berkomitmen dukung implementasi MBKM. Hingga saat ini sudah 8.451 mahasiswa terlibat dalam berbagai program MBKM.

Diakuinya, program Kampus Merdeka sangat luar biasa dan mempercepat produk inovasi masuk ke hilir. “Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Mas Menteri ini luar biasa, karena dari 23 ribu mahasiswa ITS, yang mengikuti program MBKM ada 8.451 mahasiswa. Program MBKM juga bisa lebih cepat masuk ke hilir,” ujar Ashari.

Dia menjelaskan, program MBKM di ITS terdiri dari Program Kompetisi Kampus Merdeka diikuti oleh Teknik Informatika, Teknik Industri, dan Teknik Kimia. Kemudian Center of Excellence MBKM diikuti oleh Teknik Sipil. Program Kerja Sama dan Implementasi Kurikulum diikut oleh Teknik Kelautan, dan Teknik Perkapalan. Program Kredensial Mikro Mahasiswa ada 21 course di ITS. Program Akselerasi Startup ada 6 Startup, dan program Kedaireka Matching Fund ada 17 proposal.

Selain itu juga, Ashari mengatakan, ITS memiliki program yang dapat dipadukan dengan MBKM yakni ‘ITS Full’ atau ‘Feature Telent Leader’, yang terbagi dalam empat sasaran program yakni profesional, bisnis, sosial kewirausahaan, dan global.

“Program-program ini sesuai dengan MBKM. Turunan dari program tersebut ada Magang Bersertifikat ada 687 orang yang ikut, Wirausaha ada 192 orang, Mengajar ada 34 orang, Pertukaran ada 887 orang, Proyek Independen 1400 orang, KKN Tematik ada 4745 orang, Penelitian ada 66 orang, dan yang ikut program Kemanusiaan ada 340 orang,” terangnya.

Plt. Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktiristek) Nizam melaporkan, berdasarkan hasil pemantauan, semangat mahasiswa mengikuti program MBKM sangat tinggi. Program MBKM dinilai mampu memberikan peluang dan membuat kurikulum kampus menjadi lebih fleksibel.

“Paling penting lulus kita bisa siap kerja dan dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Dengan mengikuti MBKM mahasiswa akan lebih banyak mendapatkan pengalaman dan memiliki kompetensi siap masuk dunia kerja,” tutup Nizam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini