Tunda Pengumuman Seleksi PPPK, Upaya Mas Menteri Perjuangkan Guru Honorer

Kevi Laras, MNC Portal · Jum'at 24 September 2021 09:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 23 624 2476003 tunda-pengumuman-seleksi-pppk-upaya-mas-menteri-perjuangkan-guru-honorer-QKIChDJowr.jpeg Foto: Okezone

JAKARTA- Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menunda pengumuman hasil seleksi pertama menjadi guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Hal ini untuk memperjuangkan nasib guru honorer.

(Baca juga: Menteri Nadiem: Hampir 100 Ribu Guru Honorer Lolos Seleksi PPPK)

"Pada saat ini kita sedang mengajukan surat untuk penundaan tersebut, kita coba perjuangkan untuk guru honorer," kata Nadiem kepada wartawan di Gedung Nusantara I DPR RI, Jakarta pada Kamis (23/9/2021).

(Baca juga: Gerald Sokoy, Nakes yang Hilang di Kiwirok Masih Hidup dan Berada di Markas OPM)

Dalam rapat kerja (Raker) bersama Komisi X, Kemendikbudristek mengumumkan berdasarkan hasil ujian seleksi pertama, sebanyak 100 ribu guru honorer dari seluruh Indonesia akan segera diangkat menjadi guru PPPK.

"Berdasarkan seleksi pertama saja ya, sekitar hampir 100 ribu guru honorer dari seluruh Indonesia akan segera diangkat menjadi guru PPPK," ujarnya dalam rapat

Saat ini kata dia, pengelolaan data hasil ujian seleksi pertama masih terus berlangsung. Para finalisasi hasil ujian masih dalam proses diskusi oleh pihak Panitia Seleksi Nasional (Panselnas), namun sekitar 30% dari 326.476 formasi yang ada pelamarnya sudah terisi.

"Dari 30% itu terisi, jadi saat ini yang 100 ribu itu mewakili 30% dari 326 ribu formasi yang ada pelamarnya. Sayangnya ada formasi sisanya yang tadi 179 ribu tidak ada pelamarnya nah itu yang harus kita usahakan bersama," ujar Nadiem.

Dalam kesempatan yang sama, ia mengatakan kedepannya akan lebih banyak guru yang juga akan diangkat sebagai guru PPPK 2021. Nadiem beranggapan para guru sudah memahami tes - tes yang ada.

"Alasannya, mereka banyak yang lebih pasti sudah mengetahui tes yang pertama, tes kedua biasanya angkanya meningkat. Kedua formasinya akan lebih banyak, karena banyak daerah yang akan kita yakinkan, secara paralel. Dan ketiga optimalisasi yang akan dilakukan GTK untuk memastikan daerah-daerah yang kosong itu ada demand-nya," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini