Timbulkan Kerumunan, Polisi Buru Knalpot Bising Tidak Gelar Razia

Irfan Ma'ruf, iNews · Senin 20 September 2021 11:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 20 623 2473963 timbulkan-kerumunan-polisi-buru-knalpot-bising-tidak-gelar-razia-z5mIeNciYP.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Kapolda Metro Jaya meminta anak buahnya untuk memburu pengendara knalpot bising. Namun perburuan knalpot bising tersebut tidak dengan menggelar razia.

(Baca juga: Peringatan Rapat Raksasa Ikada, Anies: Momentum Rakyat Bersatu Hadapi Pandemi)

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yugo, mengatakan, bahwa cara razia untuk memburu para pengguna knalpot bising, lampu rotator, hingga balapan liar di Ibu Kota DKI Jakarta berpotensi menimbulkan kerumunan jika menggunakan sistem penghentian di tengah jalan.

(Baca juga: Operasi Patuh Jaya 2021, Polisi Bidik Pembalab Liar dan Knalpot Bising)

"Saya tegaskan sebagaimana disampaikan kami tidak akan melakukan razia di jalan karena akan berpotensi menimbulkan kerumunan," kata Sambodo di Polda Metro Jaya, Senin (20/9/2021).

Untuk diketahui, Polda Metro Jaya menggelar Operasi Patuh Jaya 2021 pada 20 September hingga 4 Oktober mendatang. Dalam operasi ini ada beberapa sasaran yang menjadi target utama. Namun, khusus lalu lintas pihaknya akan khusus menargetkan pengguna knalpot bising, lampu rotator, dan balapan liar.

"Jadi walaupun tidak melakukan razia dijalan tetapi ada beberapa kendaraan yang menjadi target khusus selama operasi patroli kita tertibkan," jelasnya.

Pertama, pengguna knalpot bising yang akan terus digencarkan oleh Satuan Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Kedua, adalah penggunaan rotator dan sirene yang tidak sesuai aturan.

Hal ini dilakukan karena kendaraan banyak pelat hitam yang menggunakan rotator dan sirene. Padahal sesuai UU Lalu Lintas hanya ada 7 golongan yang mempunyai hak untuk mendapatkan hak prioritas di jalan hanya ada beberapa warna lampu rotator.

Sementara rotator warna biru untuk Polri dan TNI, dan kendaraan darurat (seperti) pemadam kebakaran ambulans. Kemudian rotator warna kuning untuk kepentingan umum, kebersihan jalan dan sebagainya dan angkutan berat.

"Di luar itu tidak boleh. Jadi kalau ada berpelat hitam menggunakan rotator, berarti itu melanggar aturan. Saya sampaikan dan sekali lagi apabila ada kendaraan yang berpelat hitam apa pun pelatnya berarti itu adalah mobil pribadi, dan tidak boleh menggunakan sirene atau rotator," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini