Share

Peringatan Hakteknas, Mendikbudristek : Bangga Buatan Indonesia Jangan Sekedar Jargon

Neneng Zubaidah, Koran SI · Selasa 10 Agustus 2021 18:32 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 10 65 2453759 peringatan-hakteknas-mendikbudristek-bangga-buatan-indonesia-jangan-sekedar-jargon-VLqpNNh0UE.jpg Mendikbudristek RI, Nadiem Makarim (foto: ist)

JAKARTA - Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim berharap Bangga Buatan Indonesia tidak hanya sebatas jargon. Melainkan diwujudkan melalui aksi nyata semua masyarakat.

"Seperti layaknya Merdeka Belajar yang menjadi gerakan bersama memperbaiki sistem pendidikan Indonesia, Bangga Buatan Indonesia semestinya tidak hanya menjadi jargon. Tetapi aksi nyata yang melibatkan semua lapisan masyarakat," katanya pada Peringatan Hari kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) 2021 secara daring, Selasa (10/8/2021).

Baca juga:  Mendikbudristek: Konsep Merdeka Belajar Beri Kesempatan Peserta Didik untuk Berinovasi

Untuk sektor pendidikan, katanya, aksi nyata dapat dilakukan dalam pengembangan produk-produk Merah Putih. Diketahui, saat ini pemerintah tengah mengembangkan vaksin Merah Putih dan laptop Merah Putih.

"Dan dalam pengembangannya kita perlu menguatkan sinergi yang melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan selain rektor pendidikan, pemerintah serta dunia usaha dan dunia industri," jelasnya.

Baca juga:  Kemendikbudristek : IISMA Dorong Mahasiswa Jadi Warga Global

Menurutnya, sinergi inilah yang memungkinkan pemanfaatan inovasi yang lebih luas dan lebih berkesinambungan.

"Saya yakin Indonesia akan tumbuh menjadi negara yang tangguh dengan inovasi anak bangsa dan gerakan bersama mewujudkan Merdeka belajar. Selamat Hari Kebangkitan Teknologi Nasional," ucapnya.

Sementara itu, Plt Dirjen Dikti Kemendikbudristek, Nizam mengatakan, semangat untuk membangun kedaulatan teknologi terus digelorakan di Kemendikbudristek. Terutama melalui riset di perguruan tinggi. Semangat membangun kedaulatan teknologi tersebut akan terwujud dengan semangat kolaborasi atau gotong royong.

Nizam menjelaskan, adanya kerjasama dengan dunia industri maka sinergi ini akan bisa menjawab berbagai macam tantangan permasalahan dari berbagai sektor pembangunan nasional. Baik di perindustrian, kesehatan, perdagangan hingga perhubungan.

“Kami mendorong perguruan tinggi untuk menghilirkan karya-karya dari perguruan tinggi untuk bisa memasuki dunia industri dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” pungkasnya. (din)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini