“Melalui kegiatan laboratorium riil siswa mempelajari fakta, gejala, merumuskan, konsep, prinsip, hukum dan sebagainya,” jelas Khaeruddin. Sedangkan laboratorium maya adalah perangkat lunak (software) yang dijalankan perangkat keras (hardware). Di mana, semua peralatan yang diperlukan terdapat di dalam perangkat lunak laboratorium maya tersebut.
Khaerudin menyimpulkan bahwa laboratorium maya merupakan fasilitas untuk melakukan kegiatan ilmiah berupa penelitian, eksperimen, pengujian, dan pengukuran yang terkontrol dalam kondisi tidak nyata atau tidak sebenarnya.
“Laboratorium maya adalah ruang kerja elektronik untuk berkolaborasi dan eksperimentasi dalam penelitian atau kegiatan kreatif lainnya, untuk menghasilkan dan memberikan hasil melalui dan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi,” ujarnya. Laboratorium maya dapat diakses melalui https://belajar.kemdikbud.go.id/.
Pada bagian lain, Khaerudin juga menekankan bahwa konsep literasi sebetulnya tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis. Mengingat saat ini arus globalisasi berdampak signifikan pada perubahan pola hidup masyarakat dunia maka literasi menurutnya harus juga mencakup literasi numerik, literasi teknologi, literasi budaya, dan sebagainya yang bertujuan untuk mencapai kemaslahatan bagi masyarakat.
“Sejatinya, dalam hal teknologi pembelajaran bukan hanya mengembangkan teknologi. Tapi yang penting adalah bagaimana teknologi tersebut digunakan dengan tepat untuk membuat peserta didik belajar lebih optimal,” ujarnya.