Share

Menteri Nadiem: Teknologi Bukan Hanya untuk Menunjang Belajar Jarak Jauh

Antara, · Rabu 14 Juli 2021 17:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 14 65 2440609 menteri-nadiem-teknologi-bukan-hanya-untuk-menunjang-belajar-jarak-jauh-Znetj8BKrU.jpg Mendikbud-Ristek RI, Nadiem Makarim (foto: Okezone.com)

JAKARTA - Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) RI Nadiem Makarim, mengatakan teknologi bukan hanya sebagai media menunjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di kala pandemi, namun bisa diadaptasi untuk mendukung kegiatan pendidikan lainnya di luar sekolah.

"Penggunaan teknologi akan menjadi hal yang permanen. Soal apakah (teknologi) untuk (pembelajaran) hybrid, yang penting ada kemerdekaan, keseimbangan pendidikan yang ditentukan oleh sekolah," kata Menteri Nadiem dalam sesi bincang daring Akademi Edukreator 2021, Rabu (14/7/2021).

 Baca juga: Lewat Kampus Merdeka, Nadiem Ingin Sekat di Perguruan Tinggi Dihapus

"Dengan Merdeka Belajar, guru dan sekolah merdeka untuk tentukan pembelajaran yang paling sesuai dengan kondisi mereka, dan teknologi bisa dimanfaatkan untuk hal itu. Teknologi bukan untuk PJJ saja," ujarnya menambahkan.

Baca juga:  Nadiem : PTM Terbatas Bukan Sekolah seperti Biasa

Lebih lanjut, ia memaparkan sejumlah hal yang bisa dimanfaatkan murid hingga tenaga pendidik di sekolah melalui teknologi demi mendorong kualitas pembelajaran maupun kemampuan diri masing-masing.

"Guru bisa melatih dirinya sendiri untuk tingkatkan skill, mencari tahu skill kompetisi murid sehingga terpetakan dan tersegmentasi untuk kelas dan PR individual. Teknologi juga bisa menjadi tempat kolaborasi dengan guru yang lain untuk saling bertukar pikiran dan ide. Teknologi juga bisa menurunkan beban administrasi yang berat bagi guru dan sekolah," jelas dia.

"Teknologi perannya variatif, bukan hanya untuk PJJ. Teknologi juga bisa dipakai buat offline learning. Seperti misalnya Google Classrom yang bisa dibuat untuk grup diskusi kecil, pemberian PR yang sistematis, dan jadi ruang komunikasi dengan orang tua. Sekolah bisa menentukan titik keseimbangan penggunaan teknologi," imbuhnya.

(rhs)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini