"Terus dapat sertifikat mengajar juga sama konversi sebanyak 12 SKS,” katanya.
Tasya merupakan mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Fakultas Bahasa dan Ilmu Budaya (FBIB) Universitas Stikubank (Unisbank) Semarang. Memasuki bulan ketiga ini, dia menjadi guru sekolah inklusi SD Suryo Bimo Kresno Semarang. Tentu sambil mengikuti perkuliahan di kampus yang digelar secara daring.
Menurutnya, menjadi guru di sekolah inklusi menjadi pengalaman terbesar dalam hidupnya. Sebab, dia bukan hanya menjadi tenaga pendidik melainkan juga mesti memahami karakter siswa dengan kebutuhan khusus.
“Saya sebelumnya memang pernah menjadi guru tapi ya guru les. Dengan jumlah siswa yang enggak banyak, dan itu siswanya normal anak kebanyakan. Tapi di sekolah inklusi, saya jadi mengerti bagaimana menghadapi anak autis, hiperaktif, dan down syndrome. Itu pengalaman yang luar biasa,” ungkapnya.