Sementara itu, produk tes cepat, CePAD, yang dikembangkan Universitas Pajajaran (Unpad) Bandung, juga berfungsi sebagai pendeteksi cepat COVID-19 melalui uji antigen virus corona diambil dari sampel nasal swab.
Menurut dia, uji CePAD ini mendeteksi protein virus dengan viral load tinggi di awal infeksi. Hasil dari tes CePAD waktunya relatif cepat, yaitu sekitar 15 menit dengan tingkat akurasi tinggi.
Tes antigen sudah mendapat rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO serta rekomendasi dari Perhimpunan Patologi Klinis Indonesia.
"Produk tes CePAD dari Unpad sudah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan, sejak 4 November lalu. Sejumlah rumah sakit dan laboratorium kesehatan di Jawa Barat sudah menggunakan produk ini," katanya.
Menurut Arif, kehadiran alat ini sangat diapresiasi, sebab GeNose C19 dan CePAD dapat memperkuat sistem survailans 4T yakni testing, tracing, tracking, serta treatment.
Sedangkan, Gerakan 3 M yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, harus tetap dilakukan, guna meminimallisir penyebaran virus corona baru.
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik