“Mengikuti lomba Indonesia Essay Writing Competition 2020 yang diselenggarakan oleh Trinity College dan The University of Melbourne, Australia memiliki kesan tersendiri bagi saya”, ungkap Ratu.
Ia pun juga mengatakan bahwa ketika diumumkan pemenang lomba, ia merasa kaget. “Terus terang saya tidak menyangka bahwa saya akan meraih juara 2 dalam kompetisi ini”, imbuhnya. Dalam lomba menulis esai yang bertajuk
“Jika kita memiliki kesempatan untuk bertemu dengan seseorang yang kita kagumi, apa yang ingin kita sampaikan” ini, Ratu merasa bahwa topik esainya sangat menantang karena ia harus bisa menyampaikan ide-ide dalam esai yang memiliki batas 500 kata.
“Dengan tema tersebut, saya memilih untuk mengekspresikan pengalaman Anne Frank pada saat perang dunia kedua dengan kondisi pandemik saat ini, di mana kita harus bersembunyi dari penyakit COVID-19”, kata Ratu.
“Pencapaian ini tentu tidak lepas dari dukungan sekolah, keluarga dan doa”, pungkasnya.