JAKARTA - UGM siap melakukan penyesuaian dan pembenahan agar tujuan Kampus Merdeka dapat dicapai dengan baik. Rektor UGM Panut Mulyono menjelaskan, kebijakan Kampus Merdeka merupakan pola baru sistem pembelajaran di perguruan tinggi Indonesia.
Baca Juga: Menteri Nadiem: Dosen Harus Merdeka dari Birokratisasi!
Dengan demikian, akan ada banyak hal yang harus dibenahi dan disesuaikan mulai dari kurikulum, dosen, sistem informasi, dan lain sebagainya.
“Saya berharap UGM menjadi leader dan trendsetter transformasi pembelajaran 4.0,”kata Panut dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (26/1/2020).
Baca Juga: Gaya Nadiem Lesehan saat Ungkap Merdeka Belajar hingga UN Dihapus
Senada dengan itu, Kepala Pusat Inovasi dan Kajian Akademik (PIKA) Hatma Suryatmojo, menuturkan UGM selalu melakukan penyesuaian dan inovasi kurikulum untuk merespons perubahan dan tuntutan di tingkat lokal, regional hingga global. Ini dilakukan untuk memenuhi mandat negara kepada UGM terutama dalam memimpin keilmuan dan kontribusi nyata untuk kemaslahatan masyarakat.
Hatma menambahkan pada tahun 2016, UGM meluncurkan Kerangka Dasar Kurikulum (KDK) sebagai panduan pengembangan kurikulum di seluruh program studi. Seiring dengan perkembangan kebutuhan ekosistem pendidikan yang selaras dengan inovasi-inovasi hasil revolusi industri 4.0 dan pendidikan berbasis luaran (outcome based education) maka dibutuhkan penyesuaian dan penyempurnaan KDK.