"Maka peran manajemen dan rekayasa sumber daya air mengatasi defisit sumber air baku di ibu kota negara baru perlu dioptimalkan," jelasnya.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tak menafikkan bila kebutuhan air baku di ibu kota negara baru perlu ditambah.
"Papernya Pak Pitoyo, berisi berapa kebutuhan air ibu kota. Bisa jadi referensi kami kalau kebutuhan demand-nya ada, jadi berapa supply yang harus kami siapkan," papar Basuki.

Oleh karena itu, pemerintah berhati - hati untuk menentukan konsep di ibu kota negara baru. Supaya konsep ibu kota negara baru nanti bisa menjadi kota yang ramah lingkungan.
"Kita ingin bangun smart metropolis. Kita ingin membangun ibu kota negara menjadi salah satu kota terbesar di Asia Tenggara," lanjutnya.
Basuki juga tak menampik bila ketersediaan air baku menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan dan keberlangsungan pemindahan ibu kota negara baru.
(Kurniasih Miftakhul Jannah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik