Penelitian ini bertujuan mengukur aktivitas ekstrak etanol 70 persen biji kurma dengan mekanisme kinetika inhibisi terhadap α-glukosidase. Hasil riset menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70 persen biji kurma mampu menginhibisi enzim alfa-glukosidase dengan persentase inhibisi sebesar 61 persen pada konsentrasi 1000 ppm. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol 70 persen biji kurma menginhibisi alfa-glukosidase secara campuran.
“Hasilnya ekstrak etanol 70 persen biji kurma menghambat alfa-glukosidase secara kompetitif dan non-kompetitif dengan substratnya. Dari hasil riset ini harapannya dihasilkan inovasi produk antidiabetes yang efektif dan aman dari ekstrak etanol 70 persen biji kurma. Penelitian ini juga diharapkan menghasilkan artikel ilmiah mengenai aktivitas biji kurma dalam menghambat alfa-glukosidase dengan mekanisme kinetika inhibisi enzim. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan menghasilkan paten sebagai obat antidiabetes,” jelas Lisa selaku Ketua dalam program penelitian ini, seperti dikutip dari hasil riset IPB, Senin (29/7/2019).
Penelitian ini banyak memberikan manfaat bagi mahasiswa dan perguruan tinggi serta memberikan sumbangsih ilmu pengetahuan potensi biji kurma sebagai obat antidiabetes. Penelitian ini juga bermanfaat agar mahasiswa tertarik melakukan penelitian tentang pemanfaatan bahan aktif dari bahan alam seperti biji kurma yang berkhasiat sebagai antidiabetes.
Menurut Lisa sektor industri juga dapat memanfaatkan hasil penelitian ini sebagai bagian dari inovasi produk antidiabetes. Bagi masyarakat, penelitian ini memberikan pengetahuan mengenai khasiat biji kurma sebagai antidiabetes.
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik