JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) kembali menggelar Olimpiade Sains Nasional (OSN). Kali ini ajang bergengsi bagi para ilmuwan belia ini digelar di dua provinsi yaitu Sulawesi Utara untuk tingkat SMA dan D.I Yogyakarta untuk SD/MI dan SMP/MTs. Tahun ini, tema yang diangkat yaitu ‘Mencintai Sains, Mengukir Masa Depan’.
Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang mewakili Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Didik Suhardi Ph.D, ajang tahunan ke-18 ini menjadi salah satu upaya Pemerintah untuk mencetak calon ilmuwan berkelas dunia yang akan membawa Indonesia pada kesejahteraan.
"Diyakini sains dan teknologi sangat membantu manusia dalam meningkatkan taraf kehidupan dan menyelesaikan permasalahan yang ada secara cepat dan akurat,” katanya saat menyampaikan sambutan pada pembukaan OSN 19 di Grand Kawanua Convention Center, Manado, Sulawesi Utara, Senin (1/7/2019).
Ajang OSN juga menjadi sarana untuk mendapatkan siswa terbaik yang akan mewakili Indonesia di kompetisi sains tingkat internasional. Oleh karena itu, tambah Didik, Kemendikbud senantiasa berupaya memfasilitasi siswa-siswi di seluruh Indonesia agar bisa belajar seperti para ilmuwan dunia melalui perlengkapan fasilitas laboratorium, alat peraga pembelajaran, dan produk teknologi terbaru.
Sebagai negara dengan penduduk terbesar ke-4 dunia, menurut Didik, sumber daya manusia Indonesia harus mampu menguasai sains dan teknologi di seluruh bidang kehidupan. Namun Didik tak memungkiri adanya dampak negatif di balik upaya peningkatan sumber daya dan sarana-prasarana teknologi. Sebut saja pencemaran lingkungan, maraknya hoaks, hingga pergeseran budaya.