Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penerima Beasiswa LPDP Jangan Lupa Pulang ke Tanah Air

Koran SINDO , Jurnalis-Sabtu, 11 Mei 2019 |11:48 WIB
Penerima Beasiswa LPDP Jangan Lupa Pulang ke Tanah Air
Ilustrasi: Foto Koran Sindo
A
A
A

JAKARTA - Penerima beasiswa melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) diminta berkontribusi aktif dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) di dalam negeri. Mereka yang telah menempuh pendidikan baik di dalam maupun luar negeri diharapkan lebih produktif sehingga berdampak luas bagi masyarakat.

Tahun ini LPDP yang dikelola Kementerian Keuangan (Kemenkeu) kembali memberikan kesempatan kepada calon mahasiswa untuk mendapatkan beasiswa. Program ini ditargetkan menyerap 6.000 siswa melalui 15 program untuk tingkat pendidikan strata 2 (S-2) dan Strata 3 (S-3).

Dikutip dari situs resmi LPDP, pemerintah mulai kemarin telah membuka pendaftaran Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Masa pendaftaran tersebut dibuka dalam dua tahap, yakni tahap satu pada 10-31 Mei 2019 dan tahap dua mulai 1 Juli 2019.

“Beasiswa LPDP meliputi reguler, beasiswa perguruan tinggi peringkat utama dunia, beasiswa daerah tertinggal, beasiswa alumni Bidikmisi, dan beasiswa prasejahtera berprestasi,” demikian keterangan resmi yang dikutip dari LPDP kemarin.

 Baca Juga: Sri Mulyani ke Penerima LPDP: Jangan Khianati RI

Selain kategori di atas, tahun ini beasiswa dari LPDP juga diberikan kepada santri, siswa berprestasi olahraga internasional, beasiswa prestasi seni tari internasional, beasiswa penyandang disabilitas, beasiswa unggulan dosen Indonesia, dan beasiswa pegawai negeri sipil (PNS), Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Banyaknya kategori pemberian beasiswa LDPD diharapkan mendorong lahirnya SDM berkualitas di Tanah Air. Dengan begitu, mereka yang sudah lulus mengambil gelas S-2 dan S-3 bisa berkontribusi terhadap perbaikan kualitas pembangunan negara. Sebelumnya Kemenkeu menyatakan pembiayaan program beasiswa LPDP hingga saat ini telah mencapai Rp46,11 triliun.

Dana tersebut dikelola dalam bentuk investasi antara lain melalui surat berharga negara (SBN), deposito, dan obligasi. Pengelolaan dana tersebut diperlukan karena sebagian pengeluaran beasiswa dalam bentuk mata uang asing yang diperuntukkan bagi mahasiswa di luar negeri.

 Baca Juga: Hadiri Sarasehan LPDP, Wapres JK: Negara Butuh SDM Berkualitas

Sejak tahun lalu ada beberapa kategori baru dalam program BPI guna memperluas cakupan sasaran pemberian dana pendidikan. Salah satunya beasiswa untuk santri. Beasiswa ini difokuskan pada santri yang ingin menempuh jalur pendidikan S-2 dan S-3. Pada 2018 beasiswa santri diberikan kepada 100 santri aktif, pendidik baik ustaz, atau ustazah, dan tenaga pendidik di pondok pesantren.

Saat meluncurkan beasiswa LPDP Santri beberapa waktu lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa dewasa ini pengelolaan SDM pesantren, baik santri maupun pengelola pesantren, membutuhkan perhatian. Hal ini untuk mendorong kontribusi lebih maksimal dengan memanfaatkan bonus demografi Indonesia pada beberapa dekade ke depan. Maka itu, menurutnya, peningkatan kualitas SDM menjadi kunci utama menghadapi era teknologi untuk meningkatkan inovasi, kesejahteraan, dan kesetaraan.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement