Mantan rektor Institut Teknologi Bandung ini menjelaskan, jalur undangan yang mengamati prestasi akademik anak semenjak semester pertama di sekolahnya itu dinilai lebih men cerminkan prestasi dan kemampuan anak untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Dia menilai, jika ada dugaan sekolah memanipulasi nilai rapor agar bisa mendaftarkan anaknya ke jalur undangan, itu kecil kesempatannya.
Sebab nya, jika memang mau nekat seperti itu, maka sekolah harus mau memanipulasi nilai rapor sejak dia semester pertama.
Sementara itu, Sekretaris Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Joni Hermana menjelaskan, persentase sekolah yang bisa mendaftarkan siswanya di SNMPTN berdasar kan akreditasi masih dipakai tahun depan. Joni menyampaikan, perbedaan ini merupakan konsekuensi logis dari capaian kualitas masing-masing sekolah.
“Masak sekolah yang capaian kualitas akademiknya A diperlakukan sama dengan sekolah yang kualitas akademiknya lebih rendah. Ini kan tidak adil. Ini apresiasi bagi sekolah yang berkinerja baik,” katanya.
Rektor Institut Teknologi Surabaya ini menekankan, seluruh kampus-kampus negeri sejatinya ingin membantu semua siswa terbaik menempuh pendidikan di kampus milik pemerintah. Namun, tentunya dengan keyakinan bahwa mereka semua akan mampu menyelesaikan kuliahnya dengan baik dan tepat waktu.
“Karena itu, dari hasil analisis korelasi prestasi akademik mahasiswa di tahun pertama dibanding dengan prestasi nilai rapor para siswa dari SNMPTN ternyata 20% itu yang benar-benar menunjukkan korelasi positif. Artinya, bila kita menerima siswa 20% terbaik dari masing-masing sekolah maka bisa dijamin bahwa mereka akan ber hasil sampai sarjana,” ucap Joni. (Neneng Zubaidah)
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik