Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Mampu Bayar Biaya Sekolah, SMKN 9 Merangin Tahan Ijazah Lima Siswanya

Abimayu , Jurnalis-Minggu, 21 Oktober 2018 |13:15 WIB
Tak Mampu Bayar Biaya Sekolah, SMKN 9 Merangin Tahan Ijazah Lima Siswanya
SMK Negeri 9 Merangin (Foto: Abimayu/Okezone)
A
A
A

MERANGIN –Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Negeri 9 Merangin diduga melakukan penahanan ijazah terhadap siswa dan siswi yang telah menuntaskan pembelajarannya..

Salah satu siswa Selamet Widodo mengungkapkan, sejak tamat 2 tahun silam, sekolah tempatnya menimba ilmu justru mempersulit untuk mengambil ijazah.

Menurut pengakuan Selamet widodo, dia bisa mengambil ijazahnya jika telah melunasi tunggakan yang ada di sekolahnya dengan kisaran Rp 2.200.000 di sekolah tersebut, dan apabila tidak dilunasi Ijazah pun di tahan pihak sekolah.

Baca Juga: Wisuda 1.565 Mahasiswa, Rektor Untar: Lulusan Harus Kerja Efektif dan Efisien

Padahal Selamet widodo berasal dari keluarga tidak mampu dengan sebatang kara, ia hanya tinggal berdua bersama ibunya, dia ditinggalkan oleh ayahnya pada saat dia masih menduduki kelas 10, dengan keterbatasan biaya, Selamet Widodo memutuskan diri untuk tidak mengambil ijazah sekolahnya, padahal perjalanan anak itu masih panjang. Sekolah tersebut terkesan menahan Selamet Widodo untuk melanjutkan sekolah lebih tinggi supaya dia bisa membahagiakan ibunya nanti.

‘’Saya sudah tamat dari SMK Negeri 9 merangin sejak tahun 2016 lalu, dan sampai sekarang saya belum mendapatkan ijazah saya, karena Sekolah meminta saya untuk melunasi tunggakan saya, kalau dak salah Rp2.200.000,tapi saya tidak ingat lagi dengan guru itu yang meminta melunasi tunggakan saya’’ Jelas widodo saat di jumpai Sabtu 20 Oktober 2018.

Baca Juga: Kemrisetdikti Dukung Start Up Berbasis Teknologi lewat Inovator Inovasi Indonesia Expo

Sambung Selamet jika dirinya adalah orang tidak mampu. ‘’Saya di tinggal ayah saya saat saya duduk di kelas 10, saat itulah sekolah saya kacau, dan saya tinggal berdua sama ibu saya, dan kerja saya serabutan, saya anak satu-satunya, siapa lagi kalau bukan saya yang bekerja untuk membantu ibu saya dan mencari biaya untuk sekolah saya’’ ungkapnya Sedih.

Sementara itu, Witanto wakil kepala sekolah SMKN 9 Merangin saat di jumpai mengatakan Bahwa siswa tersebut belum membayar prakerin yang bisa di sebut uang magang dengan nilai Rp 500.000 dan masih banyak juga tunggakan yang belum di bayar anak tersebut.

‘’Sebenarnya bukan saja dia saja namun ada lima anak yang belum menyelesaikan pembayaran sehingga ijazah ditahan, dan bermacam-macam masalahnya’’ kata Witanto.

Di singgung pesolan Etikat Baik untuk supaya bisa membantu anak yang kurang mampu, yang masih ada sangkutan di sekolah, Witanto menjawab semua itu sudah hasil musyawarah dengan komite.

‘’Ya kalau itukan sudah hasil musyawarah sama komite, jadi tergantung komitenyalah. Sebab kita sudah pernah dudukan dengan komite, sekolah dan wali murid," pungkasnya

 (Feb)

(Rani Hardjanti)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement