JAKARTA - Wanita saat ini dikhawatirkan dengan beredarnya penggunaan bahan senyawa antioksidan sintetik yang terdapat pada lipbalm. Bahan seperti Butil Hidroksi Toluena (BHT), asam kojat, dan hidrokuinon dinilai berbahaya dan dapat menimbulkan efek jangka panjang bagi penggunanya.
Mahasiswa dari Departemen Teknologi Hasil Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (FPIK IPB) Ryan Fachrozan, membuat terobosan baru dengan membuat lipbalm dengan bahan yang berasal dari alam yaitu rumput laut.

“Kami mencoba membuat lip balm yang menggunakan bahan alami rumput laut. Kami menggunakan rumput laut Sargassum sp. dan Euchema cottonii. Selain karena produksinya yang melimpah di Indonesia, aktivitas antioksidannya juga cukup tinggi,” kata Ryan dikutip dari laman IPB, Sabtu (28/7/2018).
Namun, Ryan juga mengatakan bahwa pembuatan kosmetik dari bahan alami ini bisa mempengaruhi biaya produksi dan harga jual yang lebih mahal. Belum lagi dikhawatirkan masih ada residu pelarut kimia yang tersisa dari proses ekstraksi.

Maka dari itu, dia menggunakan sediaan bubur pada penelitiannya. Sediaan bubur ini cenderung lebih aman, ekonomis, ramah lingkungan, zero waste, dan mudah diaplikasikan oleh masyarakat. "Hasil dari penelitian ini menunjukkan formula lip balm terbaik yaitu dengan rasio bubur rumput laut Sargassum sp. dan E. cottonii 1:1. Dari formula tersebut dihasilkan aktivitas antioksidan yang cukup tinggi sebesar 576,41 ppm."
Bersama produk rumput laut lainnya, lipbalm alami ini telah diperjualbelikan dan masuk dalam salah satu produk PT. Rumah Rumput Laut.
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik