Advertisement
Advertisement

Wapres JK Antusias Melihat Produk Inovasi Mahasiswa Unhas

Antara , Jurnalis-Sabtu, 23 Juni 2018 |16:04 WIB
Wapres JK Antusias Melihat Produk Inovasi Mahasiswa Unhas
Foto: Okezone
A
A
A

MAKASSAR - Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla antusias dan bersemangat melihat puluhan produk inovasi mahasiswa dan UMKM binaan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sulawesi Selatan.

Sebelum, Wapres JK meresmikan Gedung Institute of Microfinance Center di Kampus Unhas Tamalanrea itu, Wapres lebih dulu menyaksikan produk berbagai varian cokelat yang kini telah dipasarkan dalam lingkup kampus didampingi Direktur Utama Unit Pengembangan Kewirausahaan dan Bisnis (UPKB) Unhas Mardiana E Fachry.

"Pada momentum peresmian Gedung Microfinance Unhas ini, kami sengaja menghadirkan puluhan produk mahasiswa dan UMKM binaan Unhas untuk diperkenalkan ke masyarakat khususnya Bapak Wapres," ujar Direktur Utama UPKB Unhas Mardiana Fachry di Makassar, Sabtu (23/6/2018).

Wapres Jusuf Kalla Lepas Peserta Parade Asian Games 2018

Dia menjelaskan, pihaknya sebenarnya memiliki hingga ratusan produk hasil karya mahasiswa dan pelaku UMKM binaan Unhas.

Namun khusus untuk pameran produk yang merupakan rangkaian dari peresmian Gedung Microfinance Unhas ini, pihaknya hanya menghadirkan sebanyak 23 produk.

Adapun jenis produk yang ditampilkan mulai dari obat-obatan, makanan berupa kripik dan olahan perikanan, es krim dari sayuran dan buah, cokelat, gula merah, madu dan sejumlah produk aksesoris yang dihasilkan dari para mahasiswa dan alumni serta pelaku usaha yang merupakan binaan Unhas.

"Untuk jenis makanan, kita juga memiliki ikan, abon dan sebagainya. Namun kita tidak sertakan karena pemeriksaan begitu ketat sehingga kita batasi fokus pada produk yang sudah dipacking saja," jelas dia.

Momen Kebersamaan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla di Istana Bogor

Untuk 23 produk yang dikenalkan pada pameran tersebut, kata dia, seluruhnya sudah diperkenalkan dan dijual di lingkungan kampus.

Terkait belum adanya produk yang diperjualbelikan secara bebas masyarakat, ia mengaku karena belum bisa memproduksi secara massal atau masih terbatas.

"Sumber daya manusia yang hanya dilakukan mahasiswa membuat kita sulit memproduksi secara massal. Untuk alumni memang sudah bisa ekspansi namun memang belum begitu fokus," ujar dia.

(ulf)

(Rani Hardjanti)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement