Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lulusan IT Harus Learning by Doing Ketimbang Cari Ilmu di Bangku Kuliah?

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Sabtu, 26 Mei 2018 |09:30 WIB
Lulusan IT Harus <i>Learning by Doing</i> Ketimbang Cari Ilmu di Bangku Kuliah?
Ilustrasi: Foto Shutterstock
A
A
A

Jadi, bagaimana kita mengasah bakat digital yang tepat? Banyak pihak menawarkan solusi. Strategi, menurut sektor swasta, harus mencakup pelatihan tambahan dan magang, kolaborasi dengan komunitas lokal, dan memanfaatkan keterampilan para profesional dari pasar internasional. Perusahaan perjalanan Tiket.com bekolaborasi dengan pemrakarsa lokal seperti peningkat kapasitas Pondok Programmer untuk melatih kaum muda sebagai ahli pemograman. Perusahaan transportasi berbasis daring Go-Jek merekrut tenaga profesional internasional untuk mengajar di salah satu pusat penelitian mereka di luar Indonesia.

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga melihat perlunya perubahan dalam budaya dan nilai-nilai perusahaan. Perusahaan telekomunikasi milik negara, Telkom, mengirimkan karyawannya ke luar negeri untuk terjun langsung dalam pelatihan dan praktik baik (good practice) internasional. Untuk meningkatkan keterampilan digital karyawannya, Bank Rakyat Indonesia (BRI) menggunakan sebuah kerangka kerja akselerator bakat untuk mengasah diskusi kreatif, kelas-kelas master digital, dan program-program imersi digital.

Pemerintah Indonesia juga mulai bersiap dan membenahi pendidikan kejuruan. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedang menyusun peta jalan (roadmap) tentang strategi pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan sebagai acuan bagi pemerintah daerah. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi sedang mewujudkan program Pendidikan Tinggi 4.0 (Higher Education 4.0), dimana pembelajaran terjadi dalam masyarakat yang saling terhubung dan mengambil manfaat dari teknologi digital. Program peningkatan keterampilan bagi tenaga kerja yang mentitikberatkan pada IT, infrastruktur, kesehatan, dan industri retail digital, sedang diluncurkan oleh Kementerian Tenaga Kerja. Untuk memandu pengembangan keterampilan TIK dan proses sertifikasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika telah mengembangkan sebuah peta jalan TIK.

Meskipun usaha-usaha ini telah mendorong kemajuan, namun tampaknya belum cukup. Usaha lebih lanjut tetap diperlukan.

Pertama, peraturan dan program pemerintah perlu diselaraskan dengan peta jalan yang telah diusulkan untuk pengembangan keterampilan digital. Kemitraan sektor publik dan swasta dapat mendukung agenda ini, karena itu kerjasama ini harus diperkuat.

Kedua, pertimbangkan solusi inovatif. Kita tidak perlu melihat terlalu jauh untuk belajar. Dari Digital and E-Commerce Center Malaysia yang didirikan untuk mendorong program menuju visi Malaysia Digital, hingga IT-BPM Road Map dan kemitraan antara industri teknologi dan komunitas pendidikan untuk mencapai literasi digital di Filipina, serta kemitraan sejenis antara beberapa industri yang mendukung strategi komprehensif di Thailand. Komunitas regional ASEAN dipenuhi dengan program-program yang menjanjikan. Dengan lebih menitikberatkan pada program pengembangan keterampilan digital, praksarsa Skills Future di Singapura juga menawarkan kerangka kerja dan alur yang jelas untuk peningkatan keterampilan tenaga kerja.

Ketiga, bertanya pada konsumen. Pendekatan yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan swasta dalam peningkatan keterampilan, didorong oleh permintaan. Inovasi inkubator dan prakarsa ‘marketshare’ Intel berbasis komunitas dan menyediakan pilihan untuk agen nasional dan pemerintah daerah. Saran lainnya yang dikemukakan oleh Go-Jek adalah untuk bekerja dengan profesional dan pendidik internasional untuk memperkuat pengajaran dan pembelajaran ilmu komputer, dan untuk memberikan insentif pada professional TIK Indonesia berpengalaman yang berkerja di luar negeri agar kembali bekerja di tanah air.

Bagaimanapun, jika Indonesia memenuhi potensinya sebagai ekonomi terbesar ketujuh dunia di tahun 2030 dan terbesar keempat di tahun 2050, ekonomi digital negara ini dapat menawarkan sebanyak mungkin peluang seperti yang dapat ditawarkan oleh negara lain.

(Rani Hardjanti)

Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita edukasi lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement