“Gunakan sistem sortir yang lebih ketat, pastikan seluruh petugas untuk teliti melihat foto dan identitas peserta. Mereka juga tidak boleh membawa masuk alat-alat yang dapat menimbulkan kecurangan dalam mengisi jawaban ujian,” urai Ajun.
Oleh karenanya, perlu ada tindak tegas dari pihak pemerintah dan panitia SBMPTN terkait untuk mencegah modus kecurangan tersebut. Jika diperlukan, para pengawas ujian diminta membuat surat pernyataan agar tidak membantu peserta ujian.
“Siapapun yang melanggar aturan harus diberikan sanksi begitupun dengan peserta ujian mereka harus didiskualifikasi karena tidak fair bagi peserta lain yang benar-benar serius mengikuti seleksi ujian,” tegasnya.
Dia juga berpesan agar para peserta ujian tidak kecewa dan berkecil hati jika nanti hasilnya tidak sesuai seperti yang diharapkan. Menurutnya, lebih baik mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi masuk universitas lainnya.
(Baca Juga: Berani Lapor Joki SBMPTN, Unair Beri Hadiah hingga Rp100 Juta!)