Pengamatan Okezone, Muhibbal, peserta yang tuna netra tampak antusias mengikuti ujian di ruang tata usaha di FISIP Unsyiah. Muhibbal mengikuti ujian dengan bantu dua orang panitia pengawas pelaksanaan ujian. Satu orang yang membacakan soal, dan seorang lagi membantu untuk membulatkan jawaban yang dipilih oleh Muhibbal.
Muhibbal mendengar dengan seksama. Soal yang dibaca petugas tak segan dimintai untuk membaca ulang, karena dirinya tidak jelas mendengar. Begitu juga dengan pilihan jawaban yang ada pada soal tersebut.
"Coba ulang sekali lagi (baca pilihan jawaban)," ujar Muhibbal. Kemudian dirinya memilih jawaban, "C," pilih Muhibbal.
Muhibbal merupakan alumni Sekolah Luar Bisa Negeri A Kota Bandung, Jawa Barat. Dirinya lahir pada 10 April 1998. Ia memilih kelompok ujian campuran, dengan jurusan di perguruan tinggi Universitas Pendidikan Indonesia jurusan Pendidikan Khusus, kemudian Universitas Pendidikan Indonesia jurusan Matematika dan pilihan ketiga Universitas Syiah Kuala jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.
"Selama ujian dia (Muhibbal) tidak mengalami kendala apapun. Cuma dia hany meminta petugas untuk mengulang pembacaan soal dan jawaban ketika dia enggak jelas mendengarnya," kata Guru Pendamping Muhibbal, Putri Arfia Ananda kepada Okezone.
(Baca Juga: Alami Kecelakaan, Chairani Tetap Optimis Ikuti SBMPTN Meski Harus Gunakan Kursi Roda)