PADANG – Wajah Ernawati Malik (55) terlihat gelisah di depan Gedung F, Universitas Andalas (Unand), Limau Manis Padang, Sumatera Barat, Selasa (8/5/2018). Dia berdiri bersama suaminya Asli Deli (55) dekat taman kampus hijau tersebut.
Ibu itu lalu bertanya letak musala di kampus tersebut. Ruangan untuk beribadah itu ternyata tertutup dinding ruangan hingga tampak terlihat.
Erna terlihat agak letih karena baru saja sampai ke kampus tertua di luar Pulau Jawa itu pagi tadi sekira pukul 06.30 WIB. Dia datang untuk mengantarkan anaknya yang akan ikut Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Tahun 2018.
“Kami ini dari Dusun Padang Tempat, Desa Marunggi, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman. Kami ke sini mengantarkan anak saya bernama Rima Melati yang akan ikut ujian di gedung ini,” katanya.
Rima Melati itu bukanlah anak kandungnya, melainkan anak dari adik Ernawati. Setelah ayah Rima meninggal, Ernawati kemudian mengadopsinya
“Kami mengasuhnya sudah satu tahun, kami sudah menganggapnya anak, apalagi dia juga belum pernah ke kampus ini,” tuturnya.
(Peserta belajar sebelum mengikuti ujian SBMPTN 2018 di Universitas Andalas, Padang, Sumbar, Selasa 8 Mei 2018. Foto: Rus Akbar/Okezone)
Mereka tahu jalur ke kampus tersebut karena anak kandung Erna perna kuliah di Unand. “Tadi saya tanya pada anak saya di mana jalurnya. Kami ke sini bersama dua teman Rima yang sama-sama ikut ujian di sini dengan mobil kami,” ujarnya.
(Baca Juga: Muntah saat Ujian, Peserta Ini Harus Ikuti SBMPTN di Luar Ruangan)
Erna mengakui mengikuti seleksi ini sangat ketat sekali. Dia berharap anaknya ini bisa lulus ke perguruan tinggi negeri. Tadi pagi sebelum berangkat, Erna sempat melaksanakan salat tahajud mendoakan anaknya ini lulus.
“Sebelum kami ke sini saya salat tahajud dulu kemudian diteruskan salat subuh. Baru pada pukul 05.10 WIB (berangkat-red) jarak tempuh dari Pariaman sekira 1 jam lebih,” ujarnya.
Mengingat SBMPTN ini selesai sekira pukul 15.00 WIB, Erna juga sudah membawa bekal untuk makan nanti kalau sudah ujian. “Yang jelas kami akan menunggu anak kami sampai selesai ujian. Makanya saya cari musala ini untuk salat duha memohon kepada yang kuasa serta tempat istirahat kami, ” tuturnya.