"Ini tidak adil, kalau minus satu itu merugikan anak-anak kita. Saya minta diubah sistem penilaiannya," ulas Nasir.
Panitia melakukan simulasi sehingga keluar Teori Response Butir. Jawaban yang benar diberi nilai satu jika jawaban salah mendapat nol dan jika tidak menjawab juga mendapat nol.
"Jangan ada soal yang tidak dijawab karena takut minus satu karena teori probabilitasnya 50 persen bisa benar atau salah," tambah dia.
(Baca Juga: Menristekdikti Tinjau Langsung Pelaksanaan SBMPTN di Undiksha Bali)
Metode penilaian oleh panitia pusat dilakukan melalui tiga tahap. Tahap pertama, seluruh jawaban peserta SBMPTN 2018 akan diproses dengan memberi skor satu pada setiap jawaban yang benar dan nol untuk setiap jawaban yang salah atau tidak dijawab.