Sementara Ratna mengincar Jurusan Kedokteran di Universitas Andalas (Unand), Jurusan Farmasi UIN Jakarta, dan Manajemen IPB.
Keduanya pun mengaku untuk optimis untuk bisa lulus ke jurusan dan universitas yang diinginkan.
"Sebenarnya gugup sih, tapi haru optimis bisa lulus ujian ini. Berharap yang terbaik pokoknya," tambah Ratna.

Ada juga, Andzar Fauzan yang mengaku gugup mengikuti ujian ini. Peserta satu ini pun mengaku sendiri sudah membekali diri dengan belajar setiap hari dan mengikuti les.
"Takut enggak bisa ngerjain soalnya. Sudah belajar juga setiap hari dan sudah les juga di dua tempat buat persiapan ujian SBMPTN," ungkapnya.
Baca Juga: 60 Ribu Lebih Peserta Ikuti SBMPTN di Panlok 50 Surabaya
Sedikit berbeda, Muhammad Abdul Karim dari SMA Muhammadiyah 18 mengaku semangat menghadapi ujian SBMPTN. Dirinya bahkan sudah belajar semaksimal mungkin di setiap hari.
"Deg-degan memang karena semangat mau ikut ujian ini. Sudah belajar setiap hari juga," katanya.
Untuk diketahui, dari total pendaftar SBMPTN 2018 sebesar 860.001 tersebut diketahui bahwa peserta reguler sebanyak 672.816 peserta dan Bidikmisi sebanyak 187.185 peserta.

Adapun, jumlah yang akan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Cetak (UTBC) sebanyak 833.820 peserta dan yang akan mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) sebanyak 26.181 peserta yang di dalamnya termasuk 1000 peserta akan menggunakan Android.
Ada dua hal yang harus diperhatikan peserta sebelum meninggalkan ruang ujian, yakni peserta harus memeriksa nama dan nomor peserta dan tanggal lahir pada lembar jawaban ujian (LJU), sudah diisi dan dihitami dengan benar serta sudah ditandatangani.
Kemudian, peserta tidak diperbolehkan meneruskan pekerjaan serta tetap duduk di tempat pada saat bel tanda waktu ujian berakhir berbunyi.
(kmj)
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik