"Sebanyak 860.001 pendaftar online yang ikut online tahun ini," ucapnya.
Nasir menejelaskan, dipilihnya metode online adalah untuk menghindari praktik kecurangan saat seleksi SBMPTN berlangsung. Karena jika ditambah dari pengalaman, banyak sekali kecurangan yang terjadi datiulai penjualan soal hingga joki yang sering terjadi.
"Kalau online itu kan enggak mungkin karena screening-nya sudah sangat kuat sekali. Karena enggak mungkin ada soal bocor. Jadi saya kira masalah security-nya jadi saya berharap tahun ini lebih baik lagi dari tahun lalu. Perjokian pun ditangkap," jelasnya.
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik