"Tahun lalu perjokian itu di dua tempat, Solo dan Makassar. Tahun ini harus kita tangkap kalau itu mahasiswa harus ditangkap dan diberhentikan dari perguruan tingginya," jelasnya.
Selain penindakan tegas tersebut, kepastian lebih baiknya proses seleksi SBMPTN tidak terlepas dari upaya pemerintah menerapkan selesai dengan sistem komputer (digital). Sistem tersebut lanjut Nasir, dirinya memastikan jika seleksi tersebut lebih ketat.
"Kalau online itu kan enggak mungkin karena screening-nya sudah sangat kuat sekali. Karena enggak mungkin ada soal bocor. Jadi saya kira masa security-nya jadi saya berharap tahun ini lebih baik lagi dari tahun lalu. Perjokian pun ditangkap," jelasnya.
(Rani Hardjanti)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik