JAKARTA - Sebagai mahasiswa, pergi belajar ke luar negeri menjadi dambaan. Namun jika kesempatan untuk kuliah di luar negeri belum kita dapat, salah satu cara mencicipi belajar di luar negeri adalah dengan mengikuti program pertukaran pelajar.
Biasanya program pertukaran pelajar bisa kita ikuti di universitas. Nah tahukah kamu kalau ada salah satu program pertukaran pelajar yang dibentuk oleh mahasiswa?
Untuk informasi, program pertukaran pelajar International Youth Summit bernama Xchange Hamada didirikan pada tahun 2017. Belum genap satu tahun berdiri total pengikut Xchange Hamada di OA Line sudah mencapai 21.800 orang. Follower ini berasal dari Indonesia, Jermah, Prancis, China, Thailand, Mesir, Pakistan, Malaysia, Singapura, Austria, dan lain-lain.
Dilansir dari laman IPB, Minggu (22/4/2018), mahasiswa Sekolah Vokasi Program Keahlian Komunikasi Institut Pertanian Bogor (IPB), Safhira Alfarisi merupakan founder program Xchange Hamada.
Gadis asal Jakarta ini telah berhasil memberangkatkan 50 orang ke Malaysia dan Singapura selama lima hari pada program pertama Agustus tahun lalu. Kini Shafira sedang mempersiapkan program keduanya pada bulan Juni 2018 ke Sydney, Australia kerja sama dengan Tasya Kamila, skinnyfabs dan University of Sydney.
“Awal mula saya membentuk Xchange Hamada adalah ketika Ketua Yayasan Hamada yang bernama Joddy Ridho menghubungi saya dan menawarkan saya untuk menjadi Ketua Pelaksana Program Internasional, karena dia tahu pengalaman organisasi dan track record prestasi saya,” tutur dia.
Di Xchange Hamada, Safhira membuat konsep dengan sistem memberikan biaya full 100% gratis dari mulai passpor, akomodasi, transportasi, flight ticket dan biaya lainnya. Berkat usaha seluruh team, akhirnya mereka dapat memberangkatkan 50 orang peserta dan 13 orang panitia dengan total 63 orang yang berangkat ke Malaysia dan Singapura selama lima hari.