PALEMBANG - Kegiatan studi banding 94 mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Bina Darma (UBD) Palembang, Sumatera Selatan, di Jakarta dan beberapa daerah lainnya diputuskan tidak dilanjutkan setelah rombongan mahasiswa mengalami musibah ketika berkunjung ke Gedung BEI.
"Melihat kondisi mahasiswa setelah peristiwa di BEI, Senin siang, kegiatan studi banding tidak memungkinkan diteruskan karena masih banyak korban yang memerlukan perawatan medis secara intensif karena luka berat dan patah tulang," kata Dosen Fakultas Ekonomi selaku Juru Bicara Universitas Bina Darma Palembang, Rabin Ibnu Zainal di Palembang, Selasa (16/1/2017).
Berdasarkan perkembangan kondisi kesehatan mahasiswa UBD, sebanyak 46 orang dinyatakan dokter bisa rawat jalan sedangkan sisanya 48 orang dirawat inap karena harus menjalani pengobatan dan pemeriksaan intensif tim medis di Rumah Sakit TNI-AL Mintoharjo, RS Siloam, RS Jakarta, RS Tarakan dan RS Pertamina.
Untuk menunggu proses pemulangan mahasiswa yang tidak dirawat inap, mereka sekarang ini diinapkan di hotel 88 dan rumah singgah BEI di Jakarta.
"Seluruh mahasiswa yang tidak dirawat di rumah sakit dan dinyatakan dokter tidak mengalami gangguan kesehatan yang memerlukan perhatian medis secara serius, meskipun secara fisik bisa melanjutkan kegiatan studi banding sesuai dengan program yang ditetapkan, diupayakan segera dibawa pulang ke Palembang pada Selasa ini atau Rabu," ujarnya.