MALANG - Perkembangan teknologi saat ini juga memberikan dampak negatif, salah satunya terhadap pertahanan dan keamanan di sebuah negara. Proxy war merupakan salah satu ancaman yang dapat menghancurkan suatu negara dari teknologi.
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengingatkan bahayanya proxy war kepada ribuan mahasiswa, dosen, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Kota Malang.
"Jika dulu menghancurkan negara menggunakan peluru atau senjata. Saat ini cukup tidak perlu, cukup memanfaatkan teknologi memainkan adu domba melalui isu, ideologi, atau agama, sudah dapat menghancurkan negara lain," jelasnya Panglima TNI di UIN Maliki Malang, baru-baru ini.
Dengan perkembangan pengguna teknologi di Indonesia, hal itu bisa terjadi. Benih-benih itu menurut Gatot sudah mulai terlihat dalam setahun terakhir ini.
"Di Indonesia, ada 132,7 juta pengguna Internet, 106 juta pengguna media sosial, 92 juta pengguna telepon seluler, dan 371,4 juta nomor aktif. Ini potensi sekaligus ancaman kepada ketahanan informasi," tegas Gatot.
Pihaknya mengingatkan semua pihak utamanya mahasiswa sebagai anak bangsa dan penerus bangsa untuk bersatu melawan berita hoax atau informasi palsu supaya ketahanan informasi Indonesia menjadi kuat.
"Mari kita membangun media sosial untuk menjadikan tempat karakter manusia inspiratif, berpikiran positif, membangun bangsa untuk menguatkan persatuan," pungkasnya.
(Susi Fatimah)
Edukasi Okezone hadir dengan Informasi terpercaya tentang pendidikan, tryout ujian, dan pengembangan karier untuk masa depan yang lebih baik